"KPU sudah membuat mekanisme untuk melakukan kerja, kerja yang cermat, teliti, tertib, akuntabel. Tapi (kalau) diingatkan itu selalu baik," ujar Arief kepada wartawan di gedung LPPI, Jl Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (5/1/2018).
Penegasan ini disampaikan Arief menanggapi pidato Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. SBY meminta penyelenggara pemilu bekerja serius mengantisipasi gangguan seperti pembobolan sistem yang bisa berakibat pada manipulasi suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai dari tahapan pertama yang paling penting ini pemutakhiran data pemilih, kita melakukan beberapa perubahan pemutakhiran data-data pemilih. Kita melakukan perubahan cara kerja kita," papar Arief.
"Salah satunya untuk apa, untuk kerja cermat, kerja cepat, kerja tepat dan hasilnya dipercaya oleh masyarakat dan coklit ini salah satunya," sambung Arief.
SBY dalam pidato politik di DPC PD Cibinong, Bogor meminta KPU dan pihak terkait seperti Bawaslu dan DKPP bekerja sesuai aturan. SBY tak ingin terjadi kesalahan terkait pelaksanaan Pemilu 2019.
"Di era teknologi digital, bisa saja terjadi kejahatan yang bisa menggagalkan pemilu. Misal pembobolan sistem KPU. Puncaknya, hasil pemungutan suara bisa dimanipulasi dan diubah. KPU harus bisa mengatasi jika gangguan seperti ini terjadi," ujar SBY. (fdn/fdn)











































