Ribuan SMS ke SBY Tanda Terlalu Banyak Masalah di Negeri Ini

Ribuan SMS ke SBY Tanda Terlalu Banyak Masalah di Negeri Ini

- detikNews
Senin, 13 Jun 2005 10:28 WIB
Jakarta - Banyaknya SMS yang dikirimkan dan meminta Presiden SBY turun tangan, menandakan terlalu banyaknya masalah di negeri ini yang menjadi ganjalan masyarakat.Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng, mengakui hal itu. "Antusiasme masyarakat mengirimkan SMS mungkin saja karena banyak persoalan masyarakat yang tidak tertangani," katanya dalam perbincangan dengan detikcom.Masyarakat seolah berlomba melaporkan keluhannya begitu Presiden SBY mengumumkan nomor ponselnya yang siaga 24 jam di nomor 0811-109-949. SBY merilis nomor itu dalam acara temu wicara di Purwakarta, Sabtu lalu, 11 Juni 2005. Hingga Minggu, 12 Juni 2005, ditaksir 3.000 SMS dikirimkan masyarakat. Saking banyaknya pesan yang masuk, ponsel SBY pun jebol hingga hari ini, Senin (13/6/2005).Menurut pantauan detikcom, SMS yang dikirimkan ke SBY menyoroti banyak problema. Mulai dari yang lokal hingga kasus nasional. Setidaknya hal itu terpantau dari kiriman pembaca detikcom yang mengirimkan kopian SMS-nya kepada redaksi.Yang menyentil isu nasional misalnya SMS yang dikirimkan Yudi dari Surabaya. "Pak SBY: Sampeyan tak bilangi bahwa fenomena busung lapar adalah karena kebijakan sampeyan menaikkan harga BBM. Jadi tolong kembalikan harga BBM ke harga semula, pasti kemiskinan rakyat akan turun 15-20 persen."Hans Buana dari Singapura mengusulkan agar biaya fiskal dihapus. "Alasan saya, sangat simpel. Contoh nyata, saudara saya selalu membayar fiskal kepada calo (baca: orang dalam yg berperan sebagai perantara) di Bandara Soekarno-Hatta, yang menawarkan biaya fiskal kurang dari Rp 1 juta per orang," tulis Hans dalam SMS-nya, yang sayangnya, masih pending.Sedangkan Meilana Siswanto meminta Presiden SBY turun tangan menangani pencemaran di Bengawan Solo. "Sungai Bengawan Solo di daerah saya (Kebakkramat-Karanganyar-Jateng) sudah sangat tercemar. Airnya berwarna coklat kehitaman, baunya sangat menyengat, ikan yang hidup hanya ikan sapu-sapu, kalau airnya surut, endapan limbahnya terlihat jelas. Jangankan mandi, hanya menyentuhnya saja kami sangat jijik. Hal ini sudah sering dilaporkan ke wakil rakyat, tapi tak ada tanggapan. Mohon perhatian dan kepedulian Bapak Presiden," begitu bunyi SMS-nya.Masih banyak pesan lainnya yang dikirimkan ke Presiden. Misalnya soal kasus BLBI, gaji PNS, Pilkada, dan yang terbanyak, dukungan pemberantasan korupsi. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini