Indonesia Bagian Timur Apel Pengamanan Pilkada Serentak

Indonesia Bagian Timur Apel Pengamanan Pilkada Serentak

Alwy Fauzi Baqdadi, Muslimin Abas, Albert Matatula - detikNews
Jumat, 05 Jan 2018 11:44 WIB
Indonesia Bagian Timur Apel Pengamanan Pilkada Serentak
Simulasi pengamanan di Tarakan (dok.detikcom)
Makassar - Indonesia bagian timur serentak melakukan apel pengamanan pilkada. Apel diikuti dari berbagai unsur, seperti TNI, Polri, Satpol PP hingga aparat pengamanan lainnya.

Di Ambon, apel digelar di Lapangan Chr Tahapar. Bertindak sebagai inspektur upacara Waka Polda Maluku Brigjen Pol Daniel Pasaribu. Ia mengingatkan terhadap seluruh jajaran apel untuk menjaga netralitas Polri dalam pilkada serentak untuk minamalisir segala tindakan kontra produktif yang justru dapat mencidrai nilai-nilai demokrasi dan menurunkan citra Polri terhadap rakyat.

"Dari dulu polisi netral. Kenapa? Karena polisi tidak memilih. Jadi sudah pasti polisi netral," kata Daniel, Jumat (5/1/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk pengamanan, 4.717 personel diturunkan yang terdiri dari Linmas dan TNI.

Sulsel juga menggelar apel serupa. Polda Sulsel mewaspadai 13 wilayah yang melaksanakan pilkada. Namun 4 daerah menjadi perhatian penting yakni kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Jeneponto dan Makassar.

"Semuanya berlangsung dinamis tergantung situasi. Kami waspada," kata Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono usai apel gelar pasukan di lapangan Karebosi Makassar.

Polri menyiagakan 17.457 personil, kemudian TNI dengan 1.751 personil dan Linmas 52.321 orang. Mereka juga akan bertugas 18.035 tempat pemilihan suara. Mereka ditugaskan mulai hari ini hingga selesainya pelantikan. Hal ini menjadi poin penting bagi netralitas aparat.

"Netralitas penting sebab jika rusak habis kepercayaan masyarakat. Sehingga mengganggu kelancaran tugas," ujar Irjen Umar Septono.

Apel juga digelar di Papua. Sebanyak 8000 personil aparat kepolisian disiapkan Polda Papua, untuk pengamanan pilkada serentak 2018, kekuatan terbesar personil akan ditempatkan pada tahapan paska perhitungan suara dan saat perhitungan suara.

"Untuk Polri dengan unsur perbantuan BKO dari Mabes Polri dan Polda tetangga sekitar 8.000 personil, untuk pengamanan kampanye dan pemungutan suara, nantinya kekuatan terbesar akan ditempatkan pada saat perhitungan suara dan paska perhitungan suara,"kata Kapolda Papua, Irjen Boy Rafli Amar.

Dari 7 kabupaten yang mengikuti pilkada, semuanya rawan.

"Kita sudah melakukan sosalisasi, mengedukasi masyarakat, melakukan promosi pilkada damai pada seluruh elemen masyarakat, agar pilkada itu damai, bukan untuk saling menyakiti, bukan untuk terjadinya memecah kelompok masyarakat yang berujung kepada konflik, Jadi berbeda pilihan politik itulah demokrasi," ungkap Boy. (asp/asp)


Berita Terkait