DetikNews
Jumat 05 Januari 2018, 11:15 WIB

Saat Pemprov DKI Butuh Kekuatan Haji Lulung

Audrey Santoso - detikNews
Saat Pemprov DKI Butuh Kekuatan Haji Lulung Foto: Abraham Lunggana (Hasan Alhabshy/Detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta hingga kini masih mengerjakan PR penataan kawasan Tanah Abang. Salah satunya membangun ulang Pasar Blok G yang infrastukturnya dinilai sudah tak layak untuk dijadikan tempat berdagang.

Agar dapat dibenahi, maka harus dilakukan pengosongan Blok G dengan cara merelokasi pedagang di sana. PD Pasar Jaya selaku pengelola meminta tolong Abraham Lunggana atau Haji Lulung untuk urusan ini.

Sesuai saran Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno, PD Pasar Jaya akan menyewa lahan milik Haji Lulung di sebelah Hotel Pharmin. Namun karena lahan milik Lulung dinilai tak cukup menampung banyaknya pedagang, maka Arief meminta tolong Lulung untuk melobi pemilik lahan lainnya yang berada di sekitar tanah politisi PPP itu.

"Itu sebenarnya saya tuh kalau lahan (Haji Lulung) itu kekecilan. Tapi Pak Haji Lulung di situ kan teman-temannya ada tuh, tetanggaan. Itu yang bantuin kita, untuk ngomongin (masalah lahan)," tutur Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018).

"Pak Haji Lulung itu kita minta tolong gitu. Kan itu komunitas toko-toko di Tanah Abang. Kan Tanah Abang padat banget. Kita nggak tahu ini milik siapa, ini milik siapa," lanjutnya.

Arief menghitung idealnya luas tanah yang mampu mengakomodir 900 pedagang Pasar Blok G adalah 3 ribu meter persegi.

Sandiaga sebelumnya mencetuskan salah satu solusi relokasi pedagang Pasar Blok G yaitu dengan menyewa lahan milik Lulung. Namun opsi itu pun belum diketuk palu atau bersifat tetap.

"Salah satu opsi memang (menggunakan lahan) milik Pak Haji Lulung. Tapi nanti lihat opsi lain yang terbaik yang mana atau malah dua-duanya. Pokoknya kita tidak ingin menghadirkan satu solusi yang akhirnya menghantam para pedagang kecil," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (2/1).

Sandiaga menerangkan pihaknya tak ingin perbaikan Pasar Blok G Tanah Abang memberi imbas yang tak menguntungkan bagi pedagang. Sandiaga ingin mereka tetap bisa berdagang.

"Kita tidak ingin menghadirkan satu solusi yang akhirnya menghantam para pedagang kecil ini. Mereka yang selama ini menaikkan ekonomi kita, dan pencapaian pajak tadi juga banyak dari pedagang kecil," jelasnya.

Penataan kawasan Tanah Abang menjadi hal yang yang disorot. Lalu lintas di kawasan perdagangan dan pemukiman padat penduduk itu semrawut. Keberadaan pedangang kaki lima atau yang sekarang disebut pengusaha kecil mandiri (PKM) di tepi jalan dan trotoar yang menjadi salah faktor kemacetan.
(aud/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed