"Di dalam ada satu kendaraan public address polisi yang dibakar. Mobil ini untuk memberi imbauan, tapi mereka bakar," kata Wakapolda Aceh Brigjen Bambang Soetjahyo kepada wartawan, Kamis (4/1/2018).
Situasi LP Banda Aceh memang mulai panas sejak pukul 10.00 WIB. Saat itu polisi datang ke LP untuk mengamankan pemindahan tiga napi kasus narkoba ke Lapas di Medan, Sumatera Utara. Dua orang bersedia dipindahkan, namun satu orang berkeras tetap berada di LP Banda Aceh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi yang berada di dalam LP kemudian mundur keluar dan menutup pintu ketiga. Jarak pintu ketiga dengan sel tahanan sekitar 50 meter. Namun, entah bagaimana, para napi ini berhasil keluar dan membuka pintu gerbang kedua di dalam LP. Para napi tersebut mulai membakar mobil polisi, juga sejumlah bangunan yang terletak di antara pintu kedua dan ketiga.
Beberapa napi sempat mendekat ke pintu utama, namun bisa dengan cepat dicegah. Mereka bertahan di antara pintu gerbang pertama dan kedua. Di sana, mereka merusak fasilitas perkantoran LP dan membakar sebagiannya. Selain itu, para napi ini melempar batu ke luar LP.
Para napi baru akhirnya bisa dipukul mundur sekitar pukul 13.00 WIB. Polisi sempat melepaskan tembakan gas air mata sehingga para napi perlahan mundur menjauh dari perkantoran. Suasana bisa dikendalikan setelah polisi dan TNI masuk ke LP. Akibat kerusuhan tersebut, tujuh orang diamankan.
"Ada tujuh orang yang sudah kita amankan," jelas Bambang. (asp/asp)











































