DetikNews
Kamis 04 Januari 2018, 16:39 WIB

Nekat Mendaki Gunung Agung, 2 WN Australia Sempat Ditahan

Novi Christiastuti - detikNews
Nekat Mendaki Gunung Agung, 2 WN Australia Sempat Ditahan Gunung Agung (Foto: Danang Sugianto)
Karangasem - Dua warga Australia sempat ditahan polisi Bali karena nekat mendaki puncak Gunung Agung. Hingga saat ini masih terjadi aktivitas vulkanis dan masih diberlakukan batas aman.

Pendakian dilakukan beberapa jam sebelum batas aman di sekitar kawah gunung api itu diturunkan menjadi 6 km.

Dua WN Australia bernama Ricky Tonacia (34) dan Jacj Dennard (26) ini ditangkap dan diinterogasi oleh polisi pada Kamis (4/1) dini hari.

Polisi mendapat laporan soal pendakian dua WN Australia itu setelah pos militer terdekat mendapati keberadaan sebuah cahaya api di sekitar kawah Gunung Agung pada Kamis (4/1) pukul 03.00 dini hari.

Dua pria lainnya yang merupakan penduduk setempat juga ikut ditangkap, ketika hendak menjemput kedua WN Australia itu. Keempatnya hanya ditahan beberapa jam sebelum dibebaskan.

"Kami membawa mereka ke pos polisi Selat untuk ditanyai. Mereka mengaku hotel tempat mereka tinggal memberitahu gunung api sudah aman," tutur Kapten Wayan Mustika dari pos militer Karangasem kepada AFP, Kamis (4/1/2018).

"Kami membebaskan mereka pada pukul 11.25 WITA karena tidak ada pelanggaran pidana," imbuhnya.

Ditambahkan Wayan bahwa pekan lalu, seorang pria Rusia juga sempat ditahan setelah kedapatan mendaki Gunung Agung.

Pusat Vulkanologi Indonesia menurunkan batas aman Gunung Agung dari 10 km menjadi 6 km pada Kamis (4/1) sore ini.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar mengatakan penurunan status tersebut dilakukan berdasarkan hasil analisis. Baik analisis data visual maupun instrumental, seperti seismik, deformasi dan geokimia.

"Ini berdasarkan hasil analisis visual maupun instrumental. Jadi Gunung Agung masih berada dalam fase erupsi, aktivitas vulkanik masih relatif tinggi dan fluktuatif. Material erupsi berupa lava yang mengisi kawah, hembusan atau letusan abu, dan lontaran batuan di sekitar kawah," ucapnya.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed