DetikNews
Kamis 04 Januari 2018, 16:20 WIB

Bertemu Jokowi, Raja Kupang Curhat soal Laut Timor

Ray Jordan - detikNews
Bertemu Jokowi, Raja Kupang Curhat soal Laut Timor Foto: Bagus Prihantoro/detikcom
Bogor - Raja Kupang Ispah Leopold Nicholas Nisnoni berbincang dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat duduk semeja dalam jamuan makan siang di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Leopold membahas sejumlah topik.

Leopold mengatakan dirinya menyampaikan terima kasih kepada Jokowi atas dibangunnya beberapa bendungan raksasa di kawasan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia mengatakan pembangunan tersebut berdampak baik untuk rakyat Kupang.

"Saya minta terima kasih karena di kerajaan kita dibangun bendungan-bendungan raksasa, Raknamo, dan ada yang lain. Itu akan punya arti besar untuk ke peternakan dan agrikultur di sana. Itu kita berterima kasih. Ada rencana lagi dua-tiga bendungan raksasa. Kita minta terima kasih," kata Leopold seusai acara Audiensi Raja dan Sultan se-Indonesia di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/1/2018).

"NTT, terlebih Timor, membutuhkan air. Bendungan raksasa yang dibuat bagus," imbuhnya.

Leopold juga menyampaikan persoalan di Laut Timor, yang kini dikuasai Timor Leste dan Australia. Saat ini banyak ditemukan polusi laut.

"Soal Laut Timor supaya itu diatur betul. Karena kita dalam diplomasi kalah dengan Timor Leste dan Australia. Polusi yang sangat besar di Cola Timor, supaya apakah Bapak (Presiden Jokowi) melalui pengadilan internasional, melalui diplomasi nasional mengatur itu melalui Menlu-nya," katanya.

Dia mengatakan, persoalan polusi itu membuat habitat laut rusak. Padahal rakyat Kupang bergantung pada laut.

"Soal polusi, airnya jadi rusak. Kita punya nelayan di Timor, di Rote, belum lagi rumput laut hancur," katanya.

Leopold juga mengapresiasi meningkatnya angka pariwisata di NTT, seperti Labuan Bajo. Tak hanya itu, dia juga mendukung upaya pemerintah menjadikan Kupang sebagai pintu gerbang internasional.

"Rencana mau buka lagi dari Kupang ke Timor Leste dan Darwin. Itu berarti memberi nafkah untuk pariwisata, untuk orang-orang kita di Kupang. Terlebih di Kupang adalah gerbang ke selatan, gerbang ke Australia, ke Selandia Baru gerbang terus ke Malaysia dan Polinesia," katanya.

"Pariwisata sangat penting. Kami minta terima kasih," imbuh dia.
(jor/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed