Pilu Maimunah yang Meninggal Kala Banjir Mengepung Kampungnya

Pilu Maimunah yang Meninggal Kala Banjir Mengepung Kampungnya

Datuk Haris Maulana - detikNews
Kamis, 04 Jan 2018 16:13 WIB
Pilu Maimunah yang Meninggal Kala Banjir Mengepung Kampungnya
Aceh - Nasib pilu dialami Maimunah, (75). Dia meninggal dunia kala rumahnya terendam banjir bersama ratusan rumah lainnya di 8 kecamatan di Aceh Utara.

Jenazah wanita asal Desa Asan Krueng Kreuh, Kecamatan Pirak Timu, terpaksa dievakuasi oleh tim medis dari Puskesmas Matangkuli dibantu dari Dinas Kesehatan. Dia meninggal pada Rabu (3/1/2018) sekitar pukul 20.00 WIB. Dengan kondisi air banjir tidak memungkinkan untuk dikebumikan di tempat itu.

Lantas pada Kamis siang, jenazahnya sempat dibawa ke Jembatan Geulanggang, Desa Punti, Matangkuli dengan tujuan ingim dibawa pulang ke Desa Mesjid Pirak, Matangkuli. Namun, tingginya air juga tidak memungkinkan untuk dibawa ke lokasi pemakaman dengan ambulans.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya jenazah sempat didiamkan di mobil ambulans. Kemudian tadi dibawa ke sini (Jembatan Geulanggang), dengan rencana untuk dibawa pulang ke tempat untuk dikubur," kata Ketua SAR Aceh Utara, Dahlan kepada detikcom, Kamis (4/1/2018).

Kondisi air tinggi juga tidak memungkinkan untuk dibawa dengan ambulans. Rencananya juga mau dibawa dengan speedboat milik SAR. Tapi, tidak muat bila keluarganya banyak.

"Kita ambil inisiatif membawa jenazah dengan truk SAR yang lumayan tinggi dan tidak mudah terendam. Apalagi, informasi ada jalan menuju Desa Mesjid Pirak yang sudah bisa dilewati truk. Kita langsung mengantarkannya," sebut Dahlan.

Selain Maimunah, ada warga di Kecamatan Pirak Timu dan Matangkuli juga meninggal dunia Rabu kemarin. Untuk warga Pirak Timu dimakamkan di Desa Mesjid Pirak, sedangkan warga Matangkuli dikebumikan di Kecamatan Samudera.

Untuk diketahui, banjir akibat luapan air sejumlah sungai di Kabupaten Aceh Utara terus meluas ke delapan kecamatan. Awalnya, banjir hanya mengenai puluhan desa di empat kecamatan.

Informasinya dihimpun, awalnya air naik di empat kecamatan, kemudian tambah dua kecamatan dan hari ini bertambah dua kecamatan lagi.

Delapan kecamatan itu yakni Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu, Tanah Luas, Paya Bakong, Lhoksukon, Langkahan, Syamtalira Aron dan Samudera. Paling parah digenangi air yaitu Matangkuli dan Pirak Timu. (asp/asp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini