Hal ini disampaikan IAPI saat bertemu Gubernur DKI Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018). Pertemuan tersebut membahas rencana penataan Jakarta. Ada sekitar 12 juta penduduk Jakarta yang perlu ditata perilakunya termasuk dalam hal pengambilan air tanah.
"Jumlah penduduk per square kilometernya harus kita tata, bagaimana menyediakan ruang-ruang terbuka hijau, ruang konservasi. Supaya daya dukung meningkat," kata Ketua Umum IAPI Bernardus Djonoputro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira infrastruktur mobilitas dan konektivitas. Mobilitas bukan hanya di Jakarta, tapi antara Jakarta dengan kota pendukungnya yaitu Depok, Bekasi dan Tangerang," terang Bernardus.
Dua hal itu, sambung Bernardus, harus direncanakan dengan matang. Dia mengaku sudah menyampaikan masukan tersebut ke Anies dalam pertemuan tadi.
"Itu harus diatur melalui produk rencana, sehingga daya dukung bisa terjaga atau malah dikembalikan atau ditambah. Kalau semakin tak terencana, makin tambah orang, daya dukungnya semakin rendah. Land subsidence harus kita perhatikan. Itu yang kami sampaikan," ungkapnya. (zak/nvl)











































