Desakan agar Kamp Guantanamo Ditutup Menguat, AS Bergeming
Senin, 13 Jun 2005 06:41 WIB
Jakarta - Desakan agar penjara di Teluk Guantanamo ditutup makin kuat, namun pemerintah Amerika Serikat tetap bergeming. Wakil Presiden Dick Cheney menegaskan tidak ada rencana untuk menutup kamp untuk menahan tersangka teroris tersebut.Cheney juga meminta kalangan yang mendesak penutupan Guantanamo untuk mau mengerti para tahanan yang disekap di kamp tersebut adalah orang-orang jahat. "Sebagian besar dari mereka adalah teroris. Mereka ditangkap dalam pertempuran di Afghanistan atau bagian dari jaringan Al Qaeda."Menurut Cheney, pemerintah AS akan menempuh semua alternatif untuk menahan tawanan. Ini sesuai instruksi Presiden George W. Bush serta Menteri Pertahanan Donald H. Rumsfeld yang menekankan pentingnya memiliki kemampuan untuk memenjarakan tahanan yang ditangkap selama aksi perang melawan teror."Mereka berdua yang menekankan itu. Saat ini, tidak ada rencana untuk menutup Guantanamo," ujar Cheney dalam wawancara yang akan disiarkan dalam acara "Hannity & Colmes" di stasiun televisi Fox News, Senin (13/6/2005) ini.Sebagaimana dilaporkan The Associated Press, dalam wawancara tersebut Cheney menyatakan AS telah memeriksa tahanan dan membebaskan sebagian di antara mereka. "Kami telah mengirimkan mereka ke negerinya. Yang tinggal tokoh-tokoh inti," katanya.Desakan penutupan agar Guantanamo datang dari kalangan aktivis hak asasi manusia (HAM) dan anggota parlemen, sebagian besar dari Partai Demokrat. Mereka mendesak kamp ditutup karena diduga banyak terjadi penyiksaan dan pelecehan terhadap tahanan.Tuntutan ini didukung Senator Mel Martinez dari Florida, seorang politisi Partai Republik. Menurut Martinez pemerintah harus mempertimbangkan untuk menutup kamp ini. "Ini menjadi ikon untuk cerita buruk dan harus dikaji rasio untung ruginya," katanya.Di penjara di Kuba ini ditahan sekitar 540 tahanan. Beberapa di antara mereka ditahan lebih dari tiga tahun tanpa tuduhan. Sebagian besar ditawan dalam pertempuan di Afghanistan pada 2001-2002 dan dikirim ke Guantanamo untuk dikorek informasinya tentang jaringan teroris Al Qaeda.
(gtp/)











































