DetikNews
Kamis 04 Januari 2018, 12:59 WIB

2 Tewas dan 11 Hilang, Ini Cerita Penumpang yang Selamat

Raja Adil Siregar - detikNews
2 Tewas dan 11 Hilang, Ini Cerita Penumpang yang Selamat
Palembang - Tidak hanya kelebihan kapasitas penumpang, speedboat nahas di Sumsel, diduga sengaja melawan arus dengan ombak besar. Bahkan sebelumnya speedboat mengalami rusak pada salah satu mesin dan dipaksakan berlayar.

"Kami berangkat dari Karang Agung menuju Palembang itu sekitar pukul 17.00 WIB dan beberapa menit kemudian salah satu mesin motornya rusak karena patah as, tetapi tetap dipaksakan berlayar. Tak lama setelah itu mesin diperbaiki dan hidup normal keduanya," kata salah satu korban selamat, Rizal saat ditemui detikcom di posko SAR PU Tanjung Lago Banyuasin, Kamis (4/1/2018).

Setibanya di perairan Tanjung Serai ternyata mereka melintasi jalur yang tidak biasanya dilalui speedboat berkapasitas mesin 200 PK. Pasalnya jalur tersebut memang banyak ombak besar dan dapat membahayakan speedboat.

"Saya sering melintas di wilayah Tanjung Serai karena memang dagang di pasar Karang Agung dan bolak balik dari Palembang, nggak tau kenapa tiba-tiba serang (nahkoda) malah melewati jalur yang ombaknya tinggi. Akhirnya speedboat dihantam mobak setinggi 1,5 meter dan langsung tenggelam seketika," sambung pria berusia 52 tahun ini.

Usai speedboat tegelam, seluruh penumpang panik dan histeris berusaha menyelamatkan diri. Adanya bertahan dengan jerigen, tas dan peralatan terapung seadanya.

"Kondisi saat itu panik semua, penumpang teriak minta tolong dan berusaha bertahan dengan barang-barang yang terapung karena tidak ada pelampung. Padahal saat itu arus juga sangat deras dan cuaca buruk," sambungnya lagi.

Lokasi kecelakaan yang jauh dari dari daratan dan tempat pemukiman warga, memaksa seluruh penumpang harus bertahan sampai ada bantuan. Bahkan untuk berenang ke tepian sungai pun Rizal dan penumpang lainnya mengaku tidak ada yang sanggup.

"Jauh dari pemukiman warga, jauh dari daratan dan tidak ada yang melintas karena sudah hampir gelap. Hampir 30 menit kami bertahan agar tidak tenggelam, sampai akhirnya ada ketek (perahu kecil) nelayan yang melintas dan memberikan bantuan," lanjut Rizal menceritakan situasi usai speedboat mengalami kecelakaan.

Sebagaimana diketahui, Speedboat KM Awet Muda mengalami kecelakaan di daerah Tanjung Serai perairan sungai Musi pada Rabu (3/4) sekitar Pukul 18.00 WIB. Ada 55 penumpang dalam speedboat yang di nahkodai Adi, 2 ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan 11 lainnya dinyatakan hilang.

Sampai pagi ini, tim gabungan Basarnas Palembang, TNI AL dan Ditpolairud Polda Sumsel masih melakukan pencarian. Sementara 2 penumpang meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed