"Selain faktor alam, kecelakaan speedboat yang menyebabkan 2 korban meninggal dan 11 hilang juga disebabkan berlebihnya kapasitas penumpang. Karena untuk kapasitas speedboat ukuran itu seharusnya tidak sampai 55 penumpang," kata Humas Basarnas Palembang, Taufan saat ditemui di lokasi, Kamis (4/1/2017).
Speedboat mengalami kecelakaan sekitar Rabu (3/1) kemarin pukul 18.00 WIB. Basarnas telah berhasil mengevakuasi 42 penumpang selamat dari total 55 penumpang.
Sampai pagi ini, tim gabungan Basarnas dan Ditpolairud Polda Sumsel masih terus melakukan proses pencarian terhadap 11 korban hilang, serta mengevakuasi 2 korban meninggal. Termasuk akan mengevakuasi bangkai speedboat agar tidak mengganggu lalu lintas perairan.
"Untuk speedboat belum dievakuasi, karena informasi terakhir speedboat mengalami kecelakaan itu belum sampai ambang luar sungai (masih ada di wilayah Tanjung Serai). Sekarang masih diperiksa saksi-saksi untuk memastikan," tutupnya. (asp/asp)











































