DetikNews
Rabu 03 Januari 2018, 23:40 WIB

PD Sebut Ada 'Kriminalisasi' ke Syaharie Jaang di Pilgub Kaltim

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
PD Sebut Ada Kriminalisasi ke Syaharie Jaang di Pilgub Kaltim Konferensi pers Partai Demokrat seusai 'emergency meeting' terkait Pilgub Kaltim 2018. (Gibran/detikcom)
Jakarta - Partai Demokrat (PD), dipimpin Ketum Susilo Bambang Yudhoyono, selesai menggelar emergency meeting terkait Pilgub Kaltim 2018. PD menyebut ada kriminalisasi terhadap calon yang akan mereka usung, yaitu Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang.

Blak-blakan tudingan kriminalisasi itu disampaikan Sekjen PD Hinca Panjaitan di markas partainya, Jl Proklamasi 41, Menteng, Jakpus, Rabu (3/1/2018). SBY tak hadir dalam konferensi pers.

PD mengusung Syaharie Jaang bersama Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dalam Pilgub Kaltim 2018. Dalam prosesnya, Hinca menyebut, Syaharie beberapa kali dipanggil parpol tertentu sebelum dikasuskan.

"Syaharie Jaang dipanggil parpol tertentu delapan kali, diminta wakilnya Kapolda Kaltim sekarang, Bapak Safaruddin, padahal wakilnya sudah ada. Tentu etika politik tidak baik kalau sudah berjalan. Kalau (Syaharie) tidak (mau berpasangan dengan Safaruddin), akan ada kasus hukum diangkat," jelas Hinca.

[Gambas:Video 20detik]


Pada 25 Desember 2017, Hinca menuturkan, saat Syaharie berada di Pekalongan, dia ditelepon Safaruddin, ditanyakan kemungkinan berpasangan di Pilgub Kaltim. Syaharie menolak.

Dilanjutkan Hinca, sehari setelah telepon itu atau tepatnya 26 Desember 2017, ada laporan masuk ke Bareskrim Polri dengan terlapor Syaharie. Pada 27 Desember 2017, Syaharie dipanggil untuk diperiksa pada 29 Desember 2017.

Syaharie, disebut Hinca, saat itu belum bisa memenuhi panggilan polisi. Lalu, pada hari yang sama, 29 Desember 2017, surat panggilan kedua dengan jadwal pemeriksaan 2 Januari 2018 untuk Syaharie keluar. Namun, lagi-lagi, Syaharie belum bisa memenuhinya.

"Hari ini bersama penasihat hukum didampingi langsung (Ketua Dewan Kehormatan PD) Amir Syamsudin dan (Wasekjen PD) Didi Irawadi, tadi pukul 20.00 WIB selesai diperiksa," jelas Hinca.

Meski merasa bakal cagubnya 'dikriminalisasi', dikatakan Hinca, PD menghormati proses hukum. Namun Hinca menegaskan partai berlambang logo Mercy ini merasa terus diserang dan tak mendapatkan keadilan.

Hinca pun ragu, merasa khawatir, kalau ada kader atau bakal cagub mereka yang kembali dikasuskan pada Pilkada 2018.

"(Proses hukum) Syaharie Jaang, PD hormati. Padahal perkara itu sudah diputus terdakwa lain dan sudah bebas. Kami merasakan ketidakadilan," sebut Hinca.

"Tinggal lima hari lagi pendaftaran pilkada, kami merasakan ketidakadilan di Pilkada Kaltim. Kami pun ragu apakah ada kader kami yang lain (yang akan dikasuskan) karena ada 17 pilkada untuk gubernur," imbuhnya.
(gbr/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed