Yakin Rukun Lagi, Imin Coba Pertahankan Kubu Alwi di DPR
Minggu, 12 Jun 2005 17:37 WIB
Boyolali -
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengaku berusaha membujuk para pengurus DPP PKB lainnya yang menghendaki recalling terhadap delapan anggota DPR dari PKB pro Alwi-Ipul. Muhaimin yakin dari komunikasi yang terus dijalin, kedua kubu yang saat ini berseteru akan kembali bersatu.Hal tersebut disampaikan Imin, demikian sapaan akrabnya, kepada wartawan usai memberikan arahan dalam forum konsolidasi DPC, PAC, ulama dan tokoh masyarakat se-eks Karesidenan Surakarta di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu (12/6/2005).Diakuinya bahwa dalam rapat pleno yang akan diadakan DPP PKB Senin besok, sejumlah pengurus DPP mendesak agar persoalan keputusan mengambil tindakan recalling terhadap delapan anggota DPR dari PKB pendukung Alwi, dijadikan sebagai salah satu agenda utama.Namum Imin akan memberi pengertian kepada bawahannya agar masalah itu untuk sementara tidak dibicarakan terlebih dulu. "Tidak harus serta-merta begitu. Kita harus tetap hati-hati dalam mengambil keputusan. Semua pihak ini adalah potensi bagi PKB. Keputusan penting seperti itu diambil setelah kondisi stabil," ujarnya.Pertimbangan untuk memberi kelonggaran itu karena Imin yakin, dalam waktu dekat seluruh potensi yang berseteru di PKB pasca-Muktamar II di Semarang akan segera kembali bersatu. Indikasi menuju pada happy ending tersebut, kata Imin, terlihat dari hasil berbagai komunikasi yang terus dijalin kedua kubu."Kepada mereka (kubu Alwi), kami terus melakukan komunikasi secara aktif. Dari SMS-SMS antara kami mengindikasikan bahwa mereka akan segera bergabung kembali. Demikian juga indikasi yang kami tangkap dari sejumlah daerah yang sejauh ini masih menolak hasil muktamar," paparnya."Ini perkembangan yang menggembirakan karena, sekali lagi, semua adalah potensi bagi PKB. Menjadi tugas bagi kami di DPP untuk melakukan kerja-kerja nyata untuk mewujudkan kebesaran partai ke depan," lanjutnya.Sebelum acara konsolidasi, PKB juga mendeklarasikan Gerakan Nasional Anti-Kemiskinan dan Laskar Anti-Busung Lapar. Bertindak sebagai koordinator nasional dari gerakan itu adalah Wasekjen PKB Zanuba Arifah Chafsoh atau yang biasa dipanggil Yenny, putri kedua Gus Dur.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































