DetikNews
Rabu 03 Januari 2018, 17:32 WIB

Dikepung Banjir, Warga di 4 Kecamatan Aceh Utara Mulai Mengungsi

Datuk Haris Maulana - detikNews
Dikepung Banjir, Warga di 4 Kecamatan Aceh Utara Mulai Mengungsi
Aceh - Hujan deras mengakibatkan Krueng (Sungai) Kereuto meluap dan menerjang puluhan desa di empat kecamatan di Aceh Utara, Aceh. Ratusan warga mulai mengungsi di menasah (surau) di desa masing-masing.

Dari data yang dihimpun detikcom, Rabu (3/1/2017), keempat kecamatan itu adalah Kecamatan Matangkuli dengan jumlah desa yang tergenang air 21 desa, Kecamatan Pirak Timu 9 desa, Kecamatan Tanah Luas 4 desa, dan Kecamatan Paya Bakong 2 desa.

Di Kecamatan Tanah Luas, air mulai melewati badan jalan dengan ketinggian mencapai 50 cm. Sedangkan di Kecamatan Matangkuli, genangan air di rumah-rumah warga sudah mencapai satu meter. Sebagian besar warga sedang sibuk mengevakuasi barang-barang berharga dan sebagian darinya sudah mengungsi ke menasah yang lebih tinggi.

Mirisnya, hingga saat ini belum ada tim penanggulangan bencana yang datang untuk membantu. Hanya sejumlah personel TNI dan Polri yang terlihat lalu-lalang mengecek dan membantu warga.

"Banjirnya secara tiba-tiba. Ini diperkirakan akibat luapan Krueng Kereuto. Apalagi intensitas hujan beberapa hari terakhir meningkat di Aceh Utara dan sekitarnya," kata Camat Matangkuli, Zulkifli.

Dia menyebutkan, selain mengenai rumah-rumah warga, banjir merendam sejumlah sekolah sehingga aktivitas belajar-mengajar harus ditiadakan beberapa saat.

"Untuk data sementara yang kita rekap, di Matangkuli ada 21 desa yang terendam. Ada beberapa desa yang tinggi airnya lebih dari satu meter. Sementara di kecamatan lain juga ada," sebut Zulkifli.

Salah seorang warga Matangkuli, Nasrudin, kepada detikcom mengatakan banjir tersebut mulai naik sejak subuh dini hari tadi. Banyak warga di pedalaman Matangkuli terjebak luapan Krueng Kereuto.

"Saya harus menyeberang dengan sampan dulu baru bisa sampai ke pusat Kecamatan Matangkuli. Banyak masyarakat di dalam sana terjebak banjir. Kami sering kejadian begini, ini karena tanggul di daerah kami luput dari perhatian pemerintah," sebutnya.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed