SBY Juga Diminta Bikin e-Mail

SBY Juga Diminta Bikin e-Mail

- detikNews
Minggu, 12 Jun 2005 15:10 WIB
Jakarta - Pengumuman nomor ponsel Presiden SBY disambut positif masyarakat. Bahkan Presiden juga disarankan untuk membuka e-mail agar bisa lebih banyak menampung curhat masyarakat."Daripada SMS di HP yang kemudian tulalit," komentar Gunawan Wibisono, warga Bintaro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (12/6/2005) dalam e-mailnya kepada detikcom.Gunawan menyarankan SBY membuka e-mail, misalnya di Gmail. "Kan lumayan dua GB cukup besar untuk menampung data. Toh internet sudah bisa diakses di mana saja di seluruh Indonesia," alasannya.Kenapa Gunawan menyarankan surat elektronik? "Dengan e-mail, barang-barang bukti seperti dokumen dan foto bisa turut disertakan. Laporan yang disampaikan dapat diuji kebenarannya. Dan yang terpenting, identitas pengirim dapat anonimous alias tidak perlu dikenal, selama data-data yang diberikan benar," paparnya.Untuk menangani e-mail khusus ini, sebaiknya Presiden mempunyai staf khusus yang dapat dipercaya, dan tentunya mengetahui masalah teknologi informasi (TI).Sedangkan pembaca bernama Andre meminta agar langkah Presiden SBY ditiru oleh para menterinya. Berikut ini e-mail pembaca lainnya:Sugandi:Kebetulan pada hari Sabtu saya lagi di rumah, tidak ke mana-mana. Saat lagi menonton Seputar Indonesia sore hari, saya agak terkejut juga mendengar penjelasan Presiden dari Purwakarta yang tiba-tiba saja sedemikian terbuka mengumumkan nomor ponsel beliau.Boleh juga nih Presiden. Saya sebenarnya berpikir pasti orang akan berduyun-duyun mengirim SMS ke beliau dan ujungnya pasti hang. Karena tidak mau kehilangan momen, secepatnya saya kirim sore itu juga dan alhamdulillah sukses sesuai delivery report.Isinya hanya memberi semangat ke beliau untuk tidak pantang mundur dalam menghantam korupsi dan membenahi busung lapar yang merebak di beberapa daerah.TM Ikhsan:Saya sekeluarga surprise sekali ketika di layar RCTI menampilkan nomor HP Bapak SBY, presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat. Cuma saya tidak langsung meng-SMS-kan sesuatu tentang banyak hal yang masih terjadi di lingkungan saya yang patut diketahui Presiden.Soalnya dalam cuplikan berita, Pak SBY hanya mengharapkan info masyarakat tentang musibah yang sedang menimpa rakyatnya di sebagian wilayah RI, yaitu busung lapar.Harapan saya Bapak Presiden juga sudi menerima SMS atau menyediakan nomor khusus pengaduan tentang pelayanan publik instansi pemerintahan (sipil & militer), atau masalah pelanggaran hukum lainnya seperti illegal logging, perjudian yang dibeking aparat, pelanggaran HAM, pemborosan (atau korupsi ber-SK) yang dilakukan di pemerintah daerah, departemen atau BUMN.Petrus:Tadi pagi dalam pesan singkat kepada Presiden, saya meminta dua menterinya, yaitu Menteri Pariwisata dan Menteri Lingkungan Hidup segera 'refreshed' dari kabinetnya. Menteri Pariwisata sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik, sungguh memalukan bangsa di hadapan bangsa-bangsa lain. Sedangkan Menteri LH ternyata tidak memahami bidang yang diurusinya. Silakan dilakukan tes terhadap dua reason tersebut, Mr. President bakal menemukan kesimpulan seperti saya sebutkan. (nrl/)


Berita Terkait