Curhat Kapolri yang Kesulitan Pantau 400 Ribu Kasus Per Tahun

Curhat Kapolri yang Kesulitan Pantau 400 Ribu Kasus Per Tahun

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 03 Jan 2018 15:28 WIB
Curhat Kapolri yang Kesulitan Pantau 400 Ribu Kasus Per Tahun
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku kesulitan mengawasi kinerja reserse dalam penanganan kasus. Kesulitan itu didasari sistem pengawasan yang manual.

"Polri sampai hari ini belum memiliki manajemen yang menggunakan IT. Saya tahun 1998 sudah sekolah di Australia, dia punya sistem Case Management Information System, CMIS," kata Tito di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/1/2018).

Dalam sistem manajemen CMIS, kata Tito, semua perkara dimasukkan ke satu basis data. Basis data itu dapat diakses dengan kode pengamanan yang dimiliki setiap pimpinan kepolisian. Dengan demikian, lanjut Tito, para pimpinan dapat mengecek perkembangan kasus mana pun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Semua manajemen kasus itu masuk dalam satu database besar dan kemudian bisa diakses oleh para pimpinan dan bisa dicek oleh para pimpinan dan seterusnya. Tapi dengan sekuriti dan password tertentu. Seperti Kapolri, saya bisa mengakses semua kasus yang ditangani seluruh Indonesia," jelas dia.

Tito mengungkapkan Polri menerima 1.000-2.000 kasus setiap hari. Jika diakumulasikan selama sebulan, banyaknya laporan yang diterima Polri berjumlah 34.000 kasus. "Dan satu tahun hampir 400 ribu kasus," imbuh Tito.

Tito menilai dirinya tak mampu jika mengawasi perkembangan 400 ribu kasus dengan sistem manual. Dia memberi contoh salah satu kasus yang sempat terlewat pengawasannya oleh dia adalah kasus dugaan surat palsu dan penyalahgunaan wewenang pimpinan KPK.

"Contoh ada kasus ditanya kepada saya, pengacara SN (Setya Novanto) dari Mabes Polri. Bareskrim mengeluarkan sprindik, saya sebagai Kapolri tidak tahu semua kasus. Saya tahu kalau kasus dilaporkan oleh bawahan, kedua komplain resmi atau melalui HP atau melalui komplain di media baru, saya baru tahu," ungkap Tito.

"(Kasus pimpinan KPK) saya suruh paparan lengkap kasusnya, baru saya memberikan arahan. Mana mungkin saya tahu 400 ribu kasus dalam setahun," sambung Tito. (dhn/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads