DetikNews
Rabu 03 Januari 2018, 15:21 WIB

Pilgub Jatim 2018

Darah Biru NU Maju Pilgub Jatim, Siapa Terkuat?

Erwin Dariyanto - detikNews
Darah Biru NU Maju Pilgub Jatim, Siapa Terkuat? Ilustrasi Pilgub Jatim. (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Jakarta - Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan Sejahtera berencana mengusung Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) sebagai calon gubernur di Pilgub Jawa Timur 2018. Kehadiran Yenny akan melengkapi trah 'darah biru' Nahdlatul Ulama yang bersaing memperebutkan kursi Gubernur Jatim.

Sebelum Yenny, ada Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa. Gus Ipul, Khofifah, ataupun Yenny merupakan trah darah biru NU. Gus Ipul adalah cicit KH Bisri Syansuri, yang bersama KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahab Chasbullah mendirikan NU.

KH Hasyim Asy'ari kemudian berbesanan dengan KH Bisri Syansuri. Nah, Gus Ipul adalah cicit dari KH Bisri Syansuri. Adapun Yenny adalah cicit KH Hasyim Asy'ari.

Bagaimana dengan Khofifah?

Khofifah, yang saat ini menjabat Ketua Umum PP Muslimat NU dan Menteri Sosial di kabinet Joko Widodo (Jokowi), mendapat dukungan dari KH Salahuddin Wahid atau Gos Solah, yang merupakan cucu KH Hasyim Asy'ari. Tiga darah biru NU itu memiliki kekuatan dukungan yang tak kecil.

Gus Ipul didukung oleh Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Gabungan dua partai itu menghasilkan kekuatan 39 kursi di DPRD Jawa Timur, masing-masing PKB 20 kursi dan PDIP 19 kursi.

Di Pemilu 2014, PKB mendapatkan 3.671.911 suara dan menobatkan partai ini sebagai pemenang di Jawa Timur. Kemenangan ini mengulang kesuksesan pada Pemilu 1999 dan 2004, di mana saat itu PKB selalu menang di Jatim. Pada 2009, PKB harus rela kalah dari Partai Demokrat di Jawa Timur.

Kemenangan PKB di Jatim pada Pemilu 2014 cukup merata dengan menguasai 17 kabupaten dan kota, yakni Sidoarjo, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Bondowoso, Situbondo, Jember, Kota Batu, Trenggalek, Jombang, Kabupaten Madiun, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Pamekasan, dan Sumenep.

Sementara itu, PDIP, yang di Jawa Timur menjadi pemenang kedua dengan 3.523.434 suara, memimpin di 16 kabupaten dan kota. PDIP menang di Surabaya, Kota Probolinggo, Banyuwangi, Lumajang, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Tulungagung, Magetan, Ngawi, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, dan Nganjuk. Total gabungan perolehan suara partai pendukung Gus Ipul yang mengacu pada Pemilu 2014 sebesar 7.195345 suara.

Adapun Khofifah didukung Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai NasDem, dan Partai Hanura. Gabungan kelima partai itu menghasilkan kekuatan 35 kursi di DPRD Jawa Timur.

Di Jatim, pada Pemilu 2014, Partai Demokrat berada di urutan keempat dengan 2.340.170 suara. Partai Demokrat hanya berhasil menang di tiga daerah, yakni Pacitan, Kota Madiun, dan Sampang. Sedangkan Partai Golkar, yang mendapatkan 1.912.474 suara, unggul di Ponorogo.

Tiga pengusung Khofifah lainnya adalah Partai Persatuan Pembangunan dengan 1.176.186 suara, Partai NasDem 938.933 suara, Partai Hanura 747.244 suara. Gabungan perolehan suara partai-partai pendukung Khofifah mencapai 7.115.007 suara.

Adapun Yenny Wahid rencananya akan diusung koalisi Gerindra, PAN, dan PKS. Di Jawa Timur, pada Pemilu 2014, Gerindra mendapatkan 2.457.966 suara. Partai ini menempati urutan ketiga perolehan suara dan menang di satu daerah, yakni Bangkalan.

Sedangkan PAN dan PKS berada di urutan ketujuh dan kedelapan dengan perolehan masing-masing 1.147.319 serta 974.388 suara. Total gabungan perolehan suara partai-partai pengusung Yenny sebesar 4.579.673 suara.

Jika Gus Ipul, Khofifah, dan Yenny, yang merupakan darah biru NU, berlaga di Pilgub Jatim, siapa pemenangnya?
(erd/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed