DetikNews
Rabu 03 Januari 2018, 15:15 WIB

Kasus Eksploitasi Anak Jalanan, KPAI: Usernya WNA Jaringan Pedofilia

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kasus Eksploitasi Anak Jalanan, KPAI: Usernya WNA Jaringan Pedofilia Dari kiri ke kanan. Ai Maryati, Susanto, dan Susianah. (Vino/detikcom)
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menduga kasus eksploitasi seksual anak jalanan yang diungkap Polres Jakarta Selatan berkaitan dengan jaringan internasional pedofilia. Hal itu karena user (pelanggan) anak jalanan merupakan warga negara asing (WNA).

"Kami melihat ada jaringan internasional, terutama kata user-nya para WNA, ini adalah jaringan pedofilia," kata Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Ai Maryati Solihah di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Rabu (3/1/2018).

Ai menerangkan ada perbedaan modus perdagangan manusia dalam kasus eksploitasi anak jalanan ini. Dalam kasus ini, perantara menjual anak-anak jalanan yang berada dalam kondisi memprihatinkan.

"Mengapa saya katakan demikian? Karena anak-anak menjadi korban, anak jalanan ini dalam kondisi fisik dan sebagainya, jadi berbeda dengan konteks trafficking, perempuan yang cantik bersih dan sebagainya. Tapi ini adalah anak kecil, kondisinya saja sudah memprihatinkan tapi ternyata memesan, membeli meminta anak yang masih muda, anak-anak, kami melihat ada dugaan pedofil," ujar Ai.

Sementara itu, Ketua KPAI Susanto mengapresiasi Polres Jakarta Selatan yang telah membongkar kasus tersebut. Pihaknya terus mendukung kepolisian agar mengungkap pelaku-pelaku lainnya.

"KPAI mengapresiasi kinerja kepolisian yang telah mengungkap kasus ini sekaligus mendukung untuk terus dikembangkan dalam membongkar sindikat perdagangan orang," tuturnya.



Dalam catatan KPAI, ada 293 kasus eksploitasi dengan aduan terbanyak anak yang menjadi korban prostitusi 92 kasus. Selain itu, ada anak yang menjadi korban eksploitasi pekerjaan berjumlah 83 orang.

"Kasus trafficking dan eksploitasi yang diterima oleh KPAI pada tahun 2017 mencapai 293 kasus," tuturnya.
(knv/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed