detikNews
Rabu 03 Januari 2018, 09:03 WIB

Mundur dari Pangkostrad, Begini Kekuatan Letjen Edy di Pilgub Sumut

Jabbar Ramdhani - detikNews
Mundur dari Pangkostrad, Begini Kekuatan Letjen Edy di Pilgub Sumut Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi saat menutup Latihan Standarisasi Prajurit Kostrad Gelombang IV TA. 2017 di Pantai Palampang, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (4/12). (Foto: Pool/Penkostrad)
Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akhirnya menyetujui pengunduran diri yang diajukan Letjen Edy Rahmayadi. Pengunduran diri ini dilakukan karena Edy hendak maju sebagai calon gubernur Sumatera Utara.

Hal ini sudah disampaikannya sejak jauh-jauh hari. Bahkan, pada era Jenderal Gatot Nurmantyo menjabat sebagai Panglima TNI, Edy akan dimutasi ke Mabes TNI sebagai persiapan pensiun dini.


Seperti diketahui, Marsekal Hadi sempat menganulir keputusan Jenderal Gatot. Edy tetap diminta menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Meski begitu, Edy tetap ingin pensiun dini agar bisa maju sebagai cagub Sumut.

"Pensiun dini adalah hak prerogatif saya. Sudah bulat hati saya untuk jadi Gubernur Sumut 2018 apabila dipilih rakyat Sumut," ungkap Letjen Edy, Kamis (20/12).


Dukungan dari partai pun telah disampaikan kepada Edy. Koalisi Gerindra (13), PKS (9), dan PAN (6) sudah menyatakan dukungan kepada jenderal bintang tiga ini. Total dari koalisi ini ada sebanyak 28 kursi anggota DPRD Sumut.

Partai Golkar yang sedianya mendukung Gubernur petahana Sumut, Tengku Erry Nuradi, pun disebut sedang merevisi dukungannya. Golkar disebut akan berpaling mendukung Edy.


Hingga saat ini, Tengku Erry sendiri sudah mengantongi dukungan dari Partai Golkar (17 kursi), NasDem (5), PKB (3), dan PKPI (3). Sementara, partai yang belum menentukan calonnya adalah PDIP (16), Demokrat (14), Hanura (10), dan PPP (4).

Di luar dua nama tersebut, belakangan ikut ramai diperbincangkan mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang disebut akan ikut maju di Pilgub Sumut. Nama Djarot sudah masuk radar PDIP.


Masuknya nama Djarot dinilai akan menambah seru pada Pilgub Sumut. Dia memiliki peluang untuk bertarung dengan Erry dan Edy. Djarot sendiri mengaku siap jika nantinya ditugaskan partainya, PDIP, untuk ikut bertarung di Sumut.
(jbr/yld)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed