Banyak Pelanggaran Terjadi Saat Pawai Cawali Solo
Minggu, 12 Jun 2005 00:20 WIB
Solo -
Empat pasangan calon walikota dan wakil walikota Solo, Sabtu (11/6/2005) sore, menggelar pawai bersama. Acara tersebut digagas oleh KPUD Kota Solo dengan maksud menampilkan nuansa budaya dalam Pilkada. Namun prakteknya di lapangan banyak pelanggaran terjadi, baik pelanggaran kesepakatan maupun pelanggaran hukum.Sesuai kesepakatan, keempat pasang calon berpakaian adat Jawa berpawai menaiki andong. Selain pengawalan dari polisi dan DLLAJ, tidak diperbolehkan ada kendaraan bermotor dalam pawai itu. Mereka juga diminta menghadirkan kesenian yang mengiringi perjalanan selama pawai.Namum nyatanya sepanjang rute dari kantor KPUD di Kompleks Stadion Manahan melewati Jalan Slamet Riyadi menuju Balaikota di Jalan Sudirman, ribuan motor menyertai masing-masing calon. Sebagian besar dari mereka ikut berpawai dengan melepas saringan knalpotdan menggeber-geberkan suara keras.Pelanggar paling banyak untuk jenis ini adalah pendukung Joko Widodo-Hadi Rudyatmo (yang diajukan PDIP). Ribuan sepeda motor turun ke jalan mengikuti pawai yang semula dimaksudkan sebagai pawai simpati itu. Kebanyakan dari mereka adalah massa PDIP dan PKB. Disusul setelah itu pendukung pasangan Purnomo-Istar (PAN) dan pendukung Hardono-Dipokusumo (Golkar,PD, PKS).Anggota Panwaskot Solo, Lukman Yudhi Nursyahid, mencatat tidak sedikit dari mereka melakukan pelanggaran hukum karena menaiki sepeda motor di jalanan umum tanpa menggunakan helm. Selain itu ada juga yang menggunakan mobil bak terbuka untuk mengangkut manusia.Pelanggaran lainnya adalah berupa aksi menyimpang dari rute. Dari pantauan detikcom terdapat beberapa kelompok yang mengambil jalan lain sebelum sampai di balaikota. Puluhan orang yang mengenakan kaos bergambar Hardono-Dipokusumo sesampainya di perempatan Pasar Pon mengambil arah kanan masuk Jalan Gatot Subroto, berjalan kaki sambil membunyikan drum.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































