Kepala SMA 3 Lamongan Pastikan Tak Ada Penahanan Ijazah Siswi

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 02 Jan 2018 19:53 WIB
Kepala SMAN 3 Lamongan Wiyono (berbatik cokelat)
Jakarta - Ramainya kabar tentang seorang pelajar SMA di Lamongan yang tidak bisa mengambil ijazah dan berkirim surat kepada Ahok ditepis oleh Kepala SMA 3 Lamongan Wiyono. Dia menyatakan sekolah tidak menahan ijazah.

Wiyono kepada wartawan di kantor UPT Diknas Jatim di Lamongan membenarkan F--yang disebut dalam kabar viral itu--adalah siswi SMAN 3 Lamongan angkatan 2017.

Wiyono menuturkan, selain mengambil ijazah, yang bersangkutan juga minta rekening sekolah. Padahal pihak sekolah dilarang mengumumkan nomor rekening kepada siapa pun.



"Kami tidak pernah berkomunikasi sama sekali dengan yang bersangkutan dan komunikasi kami hanya pada saat pertemuan pada 28 Desember itu selama 15 menit saja, tidak pernah ada komunikasi lain, apalagi melalui telepon," terang Wiyono, yang menegaskan tidak pernah berkomunikasi dengan siapa pun yang ada di Jakarta, Kamis (2/1/2018).

Wiyono mengatakan memang F punya tunggakan di sekolah, tapi yang utama adalah kedatangan siswa ke sekolah untuk mengambil ijazah karena ijazah tersebut membutuhkan cap tiga jari siswa.

"Tunggakan memang ada, tapi yang terpenting adalah kehadiran di sekolah untuk melakukan cap tiga jari," tandas Wiyono.

Hal senada juga disampaikan Plt Kepala UPT Dinas Pendidikan Jatim di Lamongan Puji Astutik. Dia mengatakan catatan pertama yang ia ingin sampaikan kepada publik adalah ijazah yang bersangkutan tidak ditahan atau tidak ada penahanan ijazah. Puji mengaku memang ada siswa yang belum mengambil ijazahnya, salah satunya F.

"Ada banyak hal yang menyebabkan seorang siswa belum mengambil ijazahnya dan sebenarnya bisa diambil setiap saat, asalkan diambil oleh siswa yang bersangkutan karena ada cap tiga jari yang harus dijalani oleh siswa tersebut," kata Puji. Ia menegaskan pengambilan ijazah dilakukan tanpa harus membayar biaya apa pun.

Dikatakan oleh Puji, pada 28 Desember, F datang ke sekolah SMAN 3 Lamongan untuk mengambil ijazah karena menang lomba menulis puisi Ahok dan ditemui oleh Kepala SMAN 3 Lamongan. Karena yang datang siswi itu sendiri, kata Puji, ijazah tersebut pun langsung diberikan kepada yang bersangkutan.

"Soal apakah yang bersangkutan berkirim surat ke Pak Ahok atau tidak, kami sendiri tidak tahu," terang Puji.

Puji menuturkan, pada saat datang ke sekolah, yang bersangkutan meminta ijazah. Pertemuan dengan kepsek, lanjut Puji, juga berlangsung hanya sekitar 15 menit karena ijazahnya langsung diberikan.

"Meskipun dia nunggak, ijazah akan kami berikan karena ini berhubungan dengan hak siswa," ujar Puji. Dia mengatakan, setelah peristiwa ini, pihaknya akan melaporkannya ke Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. (fjp/fjp)