DetikNews
Selasa 02 Januari 2018, 19:12 WIB

Beredar Broadcast Jokowi soal Pilkada DKI, Istana: Berita Bohong

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Beredar Broadcast Jokowi soal Pilkada DKI, Istana: Berita Bohong Klarifikasi soal broadcast Presiden Jokowi pidato soal Pilkada DKI. (Foto: dok. Biro Pers Setpres)
Jakarta - Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, memberi penjelasan soal beredarnya screenshot sebuah pesan berantai (broadcast) di media sosial yang seolah memuat pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pesan tentang adanya ancaman dari sejumlah kelompok terkait hasil Pilkada DKI Jakarta dinyatakan sebagai berita bohong (hoax).

"Istana Kepresidenan memastikan bahwa pesan berantai tersebut merupakan berita bohong," kata Bey lewat keterangan tertulisnya, Selasa (2/1/2018).

Di dalam pesan tersebut, Jokowi disebut menyampaikan pidato di Stadion Utama Senayan di depan seratus ribu hadirin. Jokowi disebut menyampaikan pidato itu sebagai tanggapan atas maraknya aksi demonstrasi pasca-Pilkada DKI Jakarta.

"Perlu ditegaskan, Presiden Joko Widodo tidak pernah menghadiri acara dimaksud, apalagi menyampaikan pidato yang ada dalam pesan tersebut. Dapat dipastikan pula bahwa penyebaran pesan berantai tersebut merupakan ulah pihak yang tidak bertanggung jawab," tutur Bey.

Dia mengatakan Jokowi dalam berbagai kesempatan selalu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghentikan maraknya penyebaran berita bohong atau hasutan yang mengandung fitnah dan kebencian.

"Marilah bersama-sama kita hentikan penyebaran berita bohong atau hasutan, yang mengandung fitnah dan kebencian di media sosial. Mari kita tunjukkan nilai-nilai kesantunan dan nilai-nilai kesopanan sebagai budaya Indonesia," kata Presiden di Istana Merdeka, 8 Juni 2017.
(jbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed