Pilkada Inhu, 40% Warga Golput
Sabtu, 11 Jun 2005 20:03 WIB
Pekanbaru - Jalannya pilkada di Indragiri Hulu (Inhu) berjalan lancar dan aman, tidak seperti yang duga sebelumnya bakal terjadi kericuhan terkait adanya kandidat yang digugurkan KPUD Inhu. Namun, animo masyarakat menggunakan hak suaranya sangat minim. Pasalnya, sekitar 40 persen warga golput atau melebihi batas nasional 20 persen."Kendati angka yang tidak menggunakan hak pilih melebihi batas nasional, namun saya tidak mengatakan mereka golput. Untuk sementara kami hanya menyatakan pemilih yang melaksanakan hak pilihnya hanya mencapai 50 hingga 60 persen. Ini memang di luar perkiraan kita," ujar Teguh Suharto, Juru bicara Panwaslih Inhu kepada detikcom, Sabtu (11/06/2005) di ruang kerjanya Komplek Perkantoran Pemda Inhu di Pematang Rebah.Dia mengatakan, berkurangnya pimilih dibanding pada pemilu legislatif dan pilpres, dimungkinkan karena kurangnya sosialisasi pihak KPUD Inhu. Disamping itu, banyak pengakuan warga yang tidak menerima undangan untuk memilih dalam pilkada pertama di Riau ini."Untuk lebih mengetahui apa saja alasan warga enggan untuk menggunakan hak pilihnya, dalam minggu ini juga kita akan membahas di Panwaslih. Sebab, jumlah penurunan pemilih ini sudah di luar batas nasional," kata Teguh.Teguh menjelaskan, minimnya pemilih itu dapat dibuktikan di Kecamatan Lirik, Inhu yang datanya pemilih berjumlah 12.955. Perolehan sementara di kecamatan itu menunjukkan kandidat Emrizal Pakis meraih 3.140 sedang Thamsir Rahman 5.422. "Itu artinya ada sekitar 4.394 pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya," kata Teguh. Seorang warga, Ahmad (34) mengaku, dirinya tidak mendapat surat undangan pemilih dalam pilkada kali ini. Padahal, dalam pemilu lalu, dia bersama istrinya terdaftar sebagai pemilih."Aneh aja Pak, kok dalam pilkada saya tidak mendapat undangan dari pihak KPUD. Padahal kita ini sebelumnya ikut dalam pilpres," ungkap Ahmad seorang tukang becak di Rengat, ibukota Inhu.
(san/)











































