Ratusan Massa Tolak Swastanisasi RS Pasar Rebo

Ratusan Massa Tolak Swastanisasi RS Pasar Rebo

- detikNews
Sabtu, 11 Jun 2005 18:21 WIB
Jakarta - Ratusan orang yang menamakan Forum Rakyat Peduli Kesehatan (FRPK) berdemodi depan Perseroan Terbatas (PT) Rumah Sakit (RS) Pasar Rebo. Merekamenolak swastanisasi RS Pasar Rebo.Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB hingga 15.15 WIB ini berlangsungdi depan gerbang utama PT RS Pasar Rebo, Jl TB Simatupang, Jakarta Timur,Sabtu (11/6/2005)."Kami meminta kepada manajemen PT RS Pasar Rebo untuk merubah sepertisebelumnya, yang merupakan rumah sakit pemerintah," kata Rudy, salahseorang pengunjuk rasa.Selain itu, mereka juga menuntut kepada PT RS Pasar Rebo untuk kembalimenerima para pasien yang berasal dari golongan tidak mampu. Demonstransebagian besar terdiri dari anak muda dan para ibu yang menggendongbayi-bayinya.Walaupun terik panas matahari memanasi aksi, para demonstran tak gentarmengikuti jalannya aksi. Mereka tetap bersemangan meneriakkan orasi-orasidan yel-yel penolakan swastanisasi.Para demonstran menuntut agar pemerintah DKI Jakarta mencabut perda No13,14, 15 tentang Perubahan RSUD menjadi PT. Mereka juga meminta bubarkanmanajemen PT RS Pasar Rebo. Alasannya, karena sudah melanggar huukum danbertindak arogan tanpa memperhatikan rakyat kecil.Aksi tidak sampai memacetkan alan TB Simatupang, karena Polsek Pasar Rebomengerahkan sekitar 1 mobil truk polisi untuk mengamankan aksidemonstrasi. Menanggapi aksi tersebut, pihakPT RS Pasar Rebo menempelkanposter berukuran 20x40 cm di depan front office dan juga disetiaplantai rumah sakit.Poster itu berisi bahwa pihak RS Pasar Rebo tidak menaikan tarif terhadappara pasien. Selain itu, rumah sakit masih menerima surat keterangantidak mampu, kartu keluarga miskin atau asuransi kesehatan dari parapasien. Dalam keterangan poster tersebut juga dijelaskan, pihak rumahsakit melayani para pasien seperti sedia kala. (ism/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini