"Korupsi kasus e-KTP masih akan terus memanas, karena dengan tersangkanya Setya Novanto mungkin akan bergulir ke yang lain yang banyak yang pernah disebut menerima dana e-KTP itu,"kata Mahfud MD di kantor Gubernur DIY, komplek Kepatihan Yogyakarta, Selasa (2/1/2017).
Terkait nama-nama yang ada di dakwaan Irman tetapi tak ada di dakwaan Setya Novanto, Mahfud punya penilaian sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilkada serentak juga akan digelar di 2018. Alhasil, suhu politik akan memanas sehingga perlu kehati-hatian.
"Politik kita itu mahal sehingga perlu dana mahal juga, misal orang mau ikut Pilgub, Pilwali, Pilbub," katanya.
KPK harus lebih jeli di tahun politik ini dan sebaiknya bersinergi dengan kepolisian dan kejaksaan karena tidak mungkin bergerak sendiri. KPK tidak mungkin bergerak sendiri memantau seluruh Indonesia. Sehingga harus bersinergi agar semua berjalan aman dan tertib.
"Biasanya itu caleg-caleg itu pertempuranya di uang kalau berdasar pengalaman yang lalu. Oleh sebab itu KPK harus jeli ini,"kata Mahfud MD. (asp/asp)











































