Kelangkaan BBM di Sumbar Berlanjut, Antrian Makin Panjang
Sabtu, 11 Jun 2005 12:57 WIB
Padang - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Sumatera Barat (Sumbar) terus berlanjut. Di kota Padang, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang masih memiliki persedian BBM selalu dipadati ratusan kendaraan yang antre untuk mendapatkan bahan bakar. Sementara, sejumlah SPBU lainnya memasang pengumuman "BBM Habis". Berdasarkan pantauan detikcom di kota Padang, Sabtu (11/6/2005) hingga pukul 10.30 WIB beberapa pemilik kendaraan bermotor terpaksa meninggalkan kendaraan mereka di pinggir jalan karena kehabisan BBM.Sementara di depan SPBU, seperti SPBU Wowo di Jalan Veteran dan SPBU di Jalan Hamka terjadi kemacetan yang cukup panjang karena separuh ruas jalan dipakai untuk antri kendaraan yang akan mengisi BBM."Sebenarnya saya bawa motor keluar untuk cari BBM tapi sampai di simpang Muaro bensinnya habis," ujar Dodi (24) ketika ditemui sedang menjinjing jerigen mencari penjual minyak eceran di sekitar di Jalan Hamka, Tabing Padang.Kehabisan bahan bakar kendaraan juga dialami, Junaidi (29). Warga kelurahan Lubuk Buaya ini terpaksa meninggalkan mobilnya di tepi jalan di kawasan simpang Kalumpang Padang karena kehabisan bensin. "Tadi malam saya sudah antri selama hampir satu jam tapi minyak sudah habis sebelum saya kebagian. Terpaksa saya isi minyak di kios pedagang eceran tiga liter saja karena juga sudah habis. Itu pun harus saya bayar dengan harga Rp. 3.500 perliter," ujarnya. Kepala PT Pertamina Cabang Pemasaran Padang, Dani Adriananta, ketika dihubungi detikcom melalui sambungan telepon membantah sulitnya mendapat bahan bakar kendaraan di Sumbar karena kelangkaan BBM. Menurut dia, berkurangnya persediaan BBM itu karena terlambatnya pasokan ke beberapa SPBU akibat rusaknya tanker pengangkut BBM dari Cilacap, Jawa Tengah, ke Sumbar. Jadwalnya, kapal itu mestinya sudah sampai di Padang pada 8 Juni lalu."Pertamina sudah mengirim tanker pengganti dan dijadwalkan tiba di Padang hari ini. Yang kami lakukan sekarang adalah mengendalikan penyaluran BBM. Lagi pula tidak semua SPBU di Padang yang kehabisan persediaan. Dari 12 SPBU hanya 4 SPBU yang kosong," terang Dani.Dikatakan Dani, untuk memenuhi kebutuhan BBM di Sumbar, normalnya Pertamina memasok 900.000 liter premium dari pangkalan Teluk Kabung Padang. Dengan adanya persoalan tanker rusak, pangkalan Teluk Kabung hanya sanggup memasok 600.000 liter premium. Sisanya, 300.000 liter lagi dipasok dari Dumai, Riau. "Jauhnya jarak antara Dumai dan Sumbar menyebabkan terlambatnya pasokan premium ke SPBU," demikian Dani Adriananta.
(jon/)











































