Seminggu Setelah Diberi Vaksin Polio, Nabila Tewas
Sabtu, 11 Jun 2005 12:39 WIB
Jakarta - Malang nasib Nabila yang baru berusia sembilan bulan. Seminggu setelah diberi vaksin polio, balita ini meninggal tanpa diketahui penyebab pastinya.Kesedihan mendalam ini diungkapkan Ayahanda Nabila, Herman usai melaporkan Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Depok ke Sentra Pelayanan Kepolisian, Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (11/6/2005)."Rencananya Senin (13/6/2005) besok kita juga akan melaporkan Dinkes Depok ke Pengadilan Negeri Depok. Kita akan mengajukan gugatan perdata Dinkes Kota Depok," geram Herman.Herman menceritakan, sebelum diberi vaksi polio, Nabila dalam kondisi sehat. Pada 31 Mei 2005, Dinkes Kota Depok memberikan vaksin polio di wilayah tempat tinggalnya. Warga desa Sidamukti RT 01/21, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok mengikuti imunisasi vaksin polio di Posyando Matahari I.Herman memberikan imunisasi vaksin polio kepada ketiga anaknya, yakni Andi (6), Aa (2,5) dan Nabil (9 bulan). Tiba-tiba, empat jam setelah pemberian vaksin, kondisi kesehatan Nabila menurun drastis. Badannya panas, selalu berkeringat, mencret-mencret dan kerap menangis.Panik, Herman langsung membawa Nabila ke RS Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Bogor. "Dokter mengatakan, Nabila menderita sakit berat," beber Herman tanpa merinci penjelasan apa itu sakit berat. Setelah tiga hari menginap di RSUD Cibinong, Kondisi Nabila tidak mengalami perubahan. "Sampai akhirnya pada senin 6 juni 2005 pukul 15.00 WIB meninggal dunia," ungkap Herman sedih.Atas peristiwa tragis yang menimpa anak bungsunya itu, Herman sekitar pukul 11.00 WIB melaporkan Dinkes Kota Depok ke Polda Metro Jaya. Herman datang ke Polda Metro Jaya bersama istrinya, Sainah dan Kakak Nabila, Aa. Dalam pengaduan ini, Herman didampingi LBH Kesehatan.
(ism/)











































