Ratusan PNS Demo Menuntut Bupati Temanggung Mundur
Sabtu, 11 Jun 2005 11:29 WIB
Temanggung -
Sempat tak terdengar beritanya, kembali ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menggelar demo menuntut Bupati Totok Ary Prabowo mundur dari jabatannya. Selain itu mereka juga menuntut agar bupati membatalkan pelantikan 78 pejabat eselon III dan IV pada hari Jumat kemarin.Aksi ini dilakukan di halaman gedung DPRD Temanggung di jl Letjen Suprapto Temanggung, Sabtu (11/6/2005) sejak pukul 09.30 WIB. Aksi yang digelar ini tidak hanya diikuti PNS yang bekerja di kantor pemkab saja, tetapi juga diikuti oleh 12 orang camat yang pada bulan Februari 2005 beramai-ramai mengundurkan diri.Dalam aksi damai itu, mereka mendesak DPRD Temanggung agar bupati membatalkan pelantikan 78 pejabat eselon tersebut. Sebab selama ini belum ada pemberitahuan kepada PNS mengenai pergantian pejabat. Saat berlangsung orasi, massa juga mengecam tindakan bupati yang sudah berstatus tersangka kasus korupsi itu."Kami juga minta agar bupati dicopot saja karena telah mengeluarkan kebijakan kontroversial dan membuat keresahan PNS," kata Camat Kledung Heri Ibnu Wibowo.Sementara itu Sadwoko Kabag Keuangan Pemkab Temanggung menambahkan pihaknya mempertanyakan prosedur penggantian pejabat yang dilakukan bupati berdasarkan Surat Edaran (SE) Bupati Nomer 8621/00708, tertanggal 8 Juni 2005.Surat tersebut berisi bupati telah memberikan toleransi kepada para pejabat yang mundur selama 6 bulan dan toleransi untuk tetap melaksanakan kegiatan pemerintahan.Setelah ada surat itu para PNS sudah berniat akan menemui bupati pada hari Jumat (10/6/2005) kemarin sebelum pelantikan. Namun rencana tersebut gagal karena bupati tidak datang ke kantor. "Sore harinya bupati tetap melantik pejabat di dalam ruang tamu rumah dinas secara tertutup, bukan di Pendopo Pengayoman seperti biasa," katanya.Seusai berdialog dengan Ketua DPRD HM Bambang Sukarno bersama anggota DPRD lainnya. Massa kemudian bergerak menuju rumah dinas bupati yang berjarak sekitar 200 meter dari kantor DPRD. Namun rumah dinas bupati yang ada di sebelah utara Alun Alun Temanggung itu tampak dijaga ketat ratusan petugas keamanan, baik Satpol PP maupun petugas kepolisian.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































