"Kami mohon maaf atas nama Pemprov DKI. Jadi ini tidak selesai 31 Desember. Kita menyayangkan juga," kata Sandi di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (30/12/2017).
Sandi menyebutkan penyebab molornya pembangunan yang ditargetkan pada 31 Desember itu adalah masalah cuaca. Hal itu, kata Sandi, didasari informasi dari Kepala Proyek PT Nindya Karya Seno Susanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain persoalan cuaca, pengerjaan proyek terkendala kerusakan pada struktur box girder yang ada. Hal itu membuat pengerjaan pada bagian tersebut harus diulang.
"Jadi harus diulang lagi. Harus dilakukan perbaikan. Jadi tertunda dua minggu," katanya.
Sementara itu, beber Sandi, penyebab lain adalah kurangnya koordinasi antar-instansi pemerintah. Instansi pemerintah yang dimaksud Sandi adalah Angkatan Udara, yang lahannya digunakan untuk detour atau jalan alih darurat.
"Karena koordinasi dengan lahan sebelah kiri. Karena menurut Pak Yus, Pak Kepala Dinas Bina Marga, itu baru April bisa clear. Padahal ini sama-sama instansi pemerintah, angkatan udara dan kita. Jadi saya berharap koordinasinya ke depan lebih baik," tuturnya. (rvk/rvk)











































