Polres Serang Imbau Warga Tak Main Petasan di Malam Tahun Baru

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Sabtu, 30 Des 2017 13:12 WIB
Foto: Bahtiar Rivai/detikcom
Serang - Polres Serang memberikan peringatan terkait penggunaan petasan di malam tahun baru. Selain itu, penggunaan kembang api diminta tidak berlebihan yang bisa mengakibatkan kebakaran.

"Namanya petasan tidak boleh digunakan masyarakat, kecuali kembang api di hotel atau tempat wisata. Semua petasan tidak boleh, menghindari kebakaran," kata Kasubag Dal Ops Polres Serang AKP Firman Hamid dalam jumpa pers kesiapan pengamanan tahun baru, Serang, Banten, Sabtu (30/12/2017).

Selain itu, warga diminta tidak terlalu euforia, apalagi sampai mengakibatkan gangguan Kamtibmas.

Khusus untuk kawasan Serang, menurutnya, kepolisian menerjunkan 177 personel dalam hal pengamanan tahun baru. Ada 5 pos disiapkan, di antaranya 1 pos pelayanan di kawasan Modern Cikande dan 4 pos pengamanan di Asem, Tambak, Ciujung, serta Ciruas. Pos tersebut disiagakan untuk mengurai kemacetan dan lokasi simpul rawan kecelakaan.

Selain ekspose pengamanan tahun baru, jajaran Polres Serang juga mengumumkan hasil penindakan gangguan kamtibmas.

Selama 2017, Polres Serang menindak 540 jenis tindak pidana. Jumlah ini menurun drastis dibanding tahun sebelumnya sebanyak 1.916. Hal ini disebabkan pembagian wilayah hukum dengan Polres Serang Kota.

Adapun jumlah kecelakaan di Serang total 465 kejadian dengan korban meninggal 103 orang, luka berat 54 orang, dan luka ringan 614 orang. Kerugian materiil diperkirakan sampai Rp 488 juta.

"Di Lapangan Merdeka Medan ada tablig akbar, lalu ada nanti hiburan rakyat. Selain itu, juga ada seperti di sejumlah hotel, melakukan kegiatan, seperti makan malam, kumpul komunitas," jelasnya.

Dadang menegaskan penyalaan kembang api sesuai dengan aturan. Penyalaannya juga harus didampingi oleh ahli. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Kegiatan kembang api harus melapor. Harus ada ahlinya. Sesuai ketentuan," jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat tidak menjadi pelaku kejahatan. Kemudian, masyarakat diminta waspada agar tidak menjadi korban kejahatan.

"Jangan meminum miras. Jangan pernah menggunakan narkoba," tukasnya. (bri/tfq)