Direktur Baintelkam Polri Dicurigai Soal Adik Maria Pauline
Jumat, 10 Jun 2005 22:36 WIB
Jakarta -
Heboh mengenai adik kandung pembobol Bank BNI Maria Pauline, Albert Harry lumowa sebagai Staf Ahli Kapolri, mulai terungkap. Kecurigaan kini diarahkan pada Direktur D Badan Intelijien dan keamanan (Baintelkam) Mabes Polri Brigjen Pol Dede Djayaleksana."Dede mengambil inisiatif sendiri atas pengangkatan Albert sebagai Staff Ahli Kapolri," kata Kadiv Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri Irjen Pol Supriadi Adiwinoto, di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (10/6/2005).Dede sebelumnya menjabat sebagai mantan Koordinator Sespri Kapolri. Ia diperiksa terkait adanya surat perintah pengangkatan Albert yang ditengarai menyebabkan Maria dapat pergi ke luar negeri meskipun sedang buron. "Pada pemeriksaan tersebut Dede mengaku sendiri Albert akan membantu polisi bertemu orang Jepang, karena itu perlu dibantu pembuatan visa," lanjut Supri.Selain Dede, Divisi Propam Mabes Polri juga memeriksa Sekretaris National Center Bureau (NCB) Brigjen Pol Sisno Adiwinoto. Kronologisnya, pada saat itu Wakil Sekertaris NCB Kombes Pol Iskandar Hassan ditelepon oleh Dede."Dede bilang ada orang yang akan bantu Polri dari Jepang dan minta tolong mempercepat proses pembuatan visa. Lalu dijawab Hassan harus ada surat perintah, lalu Dede jawab buat saja surat perintah karena ia orang sipil kemungkinan bisa dijadikan Staf Ahli," jelas Supri.Polri tidak akan bersikap lembut pada anggotanya yang terlibat kasus ini. "Akan kita berikan sanksi kepada anggota yang bersalah. Diantaranya adalah sanksi Indisipliner," tegas Supriadi.
(fab/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































