17 DPD PAN di Jabar Desak Gelar Kongres Luar Biasa
Jumat, 10 Jun 2005 17:40 WIB
Bandung - Hasil kongres PAN II di Semarang yang mulus bukan jaminan bagi PAN adem ayem seterusnya. Gara-gara Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir tersandung kredit macet Bank Mandiri, 17 DPD PAN se-Jawa Barat mendesak agar digelar kongres luar biasa (KLB). Sikap 17 DPD PAN ini disampaikan musyawarah DPD PAN se-Jawa Barat di sebuah restoran di Jl. Surapati, Bandung, Jumat (10/6/2005). Acara ini digelar sebagai upaya menyambut Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimwil) DPW PAN Jawa Barat. Dari 25 DPD PAN yang diundang, hadir 17 DPD PAN. Dari lima DPD PAN yang tidak hadir, antara lain DPD PAN Depok, DPD PAN Kabupaten Bogor, dan DPD PAN Kotamadya Bogor. "17 DPD PAN yang hadir merekomendasikan KLB, bila tidak ada kejelasan kasus yang dialami ketua umum. Dalam satu bulan, kasus ini harus jelas," kata Ketua DPD PAN Sukabumi, Aziz Salma, kepada wartawan seusai musyawarah tersebut. Menurut Aziz yang juga Ketua Panitia Pelaksana Musyawarah mengatakan, ada sejumlah hal yang menjadi kesepakatan dalam pertemuan tersebut. Pertama, meminta klarifikasi soal Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir melalui DPW PAN Jabar dan DPP PAN terkait kasus kredit macet di Bank Mandiri. Disebut-sebut Soetrisno memiliki kredit macet di Bank Mandiri Rp 175 miliar. Kedua, bila masalah ini tidak diklarifikasi, maka akan menimbulkan keresahan, yang bisa mengakibatkan pengunduran jadwal Muspimwil. Bila tidak ada kejelasan, maka perlu digelar KLB."Kita hanya minta pengakuan dan kejelasan soal kasus ketua umum. Setiap hari kabar PAN semakin buruk," ungkap Aziz. Rencananya, hasil pertemuan tersebut akan direkomendasikan kepada DPW PAN Jabar sebagai salah satu bahan pembahasan Muspimwil PAN Jabar. Desakan wacana KLB ini, kata Aziz, juga sudah merebak di 17 DPW PAN. "Termasuk Jawa Tengah dan Jawa Timur," klaim Aziz. Menurut Aziz, bila memang betul Soetrisno Bachir terbukti bersalah, sebaiknya legowo untuk mundur dari ketua umm PAN. Ini perlu dilakukan agar citra PAN pasca kongres bisa kembali seperti semula. "Bila tidak dilakukan, ini bisa membunuh PAN. Tanpa kapasitas dendam, kita ikuti perkataan Amien Rais. Ikan mulai busuk mulai dari kepalanya, sebelum merembet ke badan dan ekornya. Kita potong saja kepalanya," ungkapnya.
(asy/)











































