Tito mengatakan Asian Games akan digelar di Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Ada 45 negara dengan 15.000 kontingen yang akan ikut dalam acara tersebut.
Menurut Tito, ada negara peserta Asian Games yang perlu pengamanan khusus. Negara tersebut merupakan negara yang dianggap sensitif seperti Korea Utara dan Myanmar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan saat ini pihaknya telah mengatur strategi pengamanan. Diantaranya melakukan pemasangan CCTV dan lainnya.
"Kita sudah rapat berkali-kali untuk pengamanan. Sistem pengamanan lewat elektronik dan lain-lain. Ada command systemnya," ujarnya.
Ada berbagai ancaman kejahatan yang perlu diantisipasi bagi para atlet peserta Asian Games. Salah satunya ancaman premanisme.
Selain Asian Games, pada Oktober 2018 Indonesia juga akan digelar IMF-World Bank Annual Meetimg di Bali. Polri akan mewaspadai ancaman terorisme.
"Kemudian IMF-World Bank di Bali yang melibatkan 189 negara. Disamping kita waspadai terorisme dan juga dampak dari Gunung Agung," kata Tito.
"Kita tahu status Gunung Agung 10 KM yang dianggap diwaspadai dan lebih dari 10 KM saja yang dianggap aman. Mudah-mudahan itu tensinya menurun. Ada pola pengamanan khusus. Kalau Bali sudah terbiasa event besar, Polda Bali dan Mabes Polri akan melakukan pengamanan yang maksimal" ujarnya. (yld/nvl)











































