Amankan Selat Malaka, Dibutuhkan Bantuan Alat Deteksi
Jumat, 10 Jun 2005 16:55 WIB
Jakarta - Bukan maksud hati menolak mentah-mentah tawaran bantuan pengamanan Selat Malaka dari AS dan Jepang. Tapi kalau bantuannya berupa alat deteksi, pasti langsung diterima.Pasalnya sudah ada kesepakatan bahwa pengamanan Selat Malaka dilakukan oleh tiga negara, yakni Indonesia, Singapura, dan Malaysia.Namun sikap ini bukan berarti ketiga negara menolak bantuan dari AS dan Jepang. Sebab yang masih menjadi pemikiran adalah bentuk bantuan dan bagaimana cara penyalurannya."Apabila bantuan tersebut berupa alat deteksi, tentunya akan sangat diterima. Karena memang penginderaan jarak jauh ini yang masih sangat dibutuhkan. Khususnya untuk menindaklanjuti informasi-informasi akan terjadinya tindak perompakan," kata Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto.Hal itu disampaikan dia usai mendampingi Presiden SBY menerima Panglima Tentara Diraja Malaysia Tan Sri Datuk Sri Muhammad Anwar di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (10/6/2005).Diakui Tarto, selama ini cukup banyak negara-negara yang menawarkan bantuannya untuk berpartisipasi dalam patroli pengamanan bersama tiga negara pantai di Selat Malaka, terutama AS dan Jepang.AS dan Jepang, menurut Tarto, memang sejak awal ingin menempatkan kekuatannya di Selat Malaka karena punya kepentingan yang sangat besar terhadap keamanan jalur perdagangan laut tersebut."Tapi ketiga negara sepakat bahwa pengamanan tetap dilaksanakan secara terkoordinir oleh tiga negara. Kita tidak bisa menerima bila ada negara yang kapalnya lewat Selat Malaka tanpa berkoordinasi mengirimkan kapal perang untuk memberikan pengawalan," ujar Tarto.Untuk itu, lanjut dia, pemerintah Indonesia, Singapura, dan Malaysia akan mengadakan pertemuan untuk mengoordinasikan langkah intensifikasi dan ektensifikasi pengamanan Selat Malaka yang selama ini digelar bersama."Kita ingin memberikan jaminan keamanan ke semua negara tentang pengamanan yang kita lakukan," kata Tarto.
(sss/)











































