"Jumlah pelaku yang ditangkap meningkat tahun ini 172 (orang), tahun 2016 163, tahun 2015 sebanyak 73. Jumlah pelaku yang ditangkap (tahun ini) meningkat," kata Tito saat menyampaikan pemaparannya di Gedung Rupatama, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (29/12/2017).
Tito menyebut ada 2 faktor yang menyebabkan jumlah pelaku yang ditangkap meningkat. Kedua faktor itu adalah kasus yang bertambah atau Densus 88 Antiteror yang lebih giat melakukan tindakan preemptive strike.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 172 pelaku itu, Tito menyebut 10 orang telah divonis, 76 orang dalam proses sidang, 68 orang dalam proses penyidikan, 16 orang meninggal dunia dalam penindakan hukum, dan 2 orang tewas saat melakukan aksi teror.
Selain itu, Tito menyebut ada 18 anggota Polri yang menjadi korban serangan terorisme sepanjang 2017. Empat belas personel mengalami luka-luka, sedangkan 4 personel lainnya gugur dalam tugas.
"Jumlah anggota Polri yang jadi korban ini naik, tahun 2016 ada 1 yang meninggal dan 11 personel luka-luka. Tahun 2017 ada 4 yang meninggal, 3 di antaranya korban ledakan Kampung Melayu dan 14 personel terluka," ujarnya. (yld/dhn)











































