DetikNews
Jumat 29 Desember 2017, 11:14 WIB

647 Preman Ditangkap di Jakarta Barat, Samurai hingga Senpi Disita

Arief Ikhsanudin - detikNews
647 Preman Ditangkap di Jakarta Barat, Samurai hingga Senpi Disita Hasil razia preman di Jakarta Barat. (Arief/detikcom)
Jakarta - Polres Metro Jakarta Barat melakukan operasi preman pada 7-22 Desember 2017. Hasilnya, 647 orang terjaring razia.

"Tangkap premanisme ada 647. Sebanyak 119 di antaranya dikirim ke pengadilan. Sisanya dilakukan pembinaan. Kita kerja sama dengan Dinsos (Dinas Sosial)," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jalan Letjen S Parman, Jakarta Barat, Jumat (29/12/2017).

647 Preman Ditangkap di Jakarta Barat, Samurai hingga Senpi DisitaHasil razia preman di Jakarta Barat. (Arief/detikcom)

Dari operasi ini, polisi menyita puluhan senjata tajam dan senjata api rakitan. Senjata tajam itu mulai celurit sampai pedang samurai.

Selain itu, Hengki menginginkan premanisme ditekan dengan cara pencegahan. Karena itu, pihaknya akan mendekati anak-anak jalanan.

"Polisi peduli anak jalanan. Karena ini potensi kerawanan," kata Hengki.

Polisi pun akan meningkatkan kerja sama dengan elemen masyarakat lain. Hal ini untuk mendorong masyarakat memiliki peran aktif mencegah kejahatan.

"Polisi tidak bisa sendiri, harus bersama masyarakat. Itu menempatkan polisi bukan pada eksklusif, tapi bersama-sama dengan masyarakat kelola kamtibmas," kata Hengki.

647 Preman Ditangkap di Jakarta Barat, Samurai hingga Senpi DisitaHasil razia preman di Jakarta Barat. (Arief/detikcom)

Operasi preman ini akan terus ditingkatkan. Tim Pemburu Preman seperti Eagle Team akan aktif bergerak.

"Akan kami aktifkan kembali Tim Pemburu Preman. Kalau dulu hanya reserse, kita akan masukkan ke Sabhara sebagai preventif. Untuk imbau, memberikan arahan," kata Hengki.

Sementara itu, kasus kejahatan di Jakarta Barat mengalami penurunan. Pada 2016, terdapat 1.969 kasus, sedangkan pada 2017 terdapat 1.511 kasus.

"Persentase mengalami penurunan sebesar 23 persen," ujar Hengki.
(aik/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed