Kapolda Jateng Akui Benar-benar Tertipu Jenderal Palsu
Jumat, 10 Jun 2005 15:19 WIB
Semarang - Lelaki renta, Poeniman Soedharmo (84), memang top. Dengan mengaku sebagai jenderal, dia mampu mengelabui pucuk pimpinan polisi di Jawa Tengah (Jateng). Kapolda Jateng Irjen Chaerul Rasjid mengakuinya."Jenderal palsu? Waduh, waduh, saya benar-benar tertipu. Ha..ha..ha..," katanya ketika ditemui wartawan di Mapolda Jateng, Jl. Pahlawan, Semarang, Jumat (10/6/2005).Sambil terus tersenyum, Rasjid menceritakan, saat kejadian, Selasa (8/6/2005) lalu, ia sedang berada di Solo. Tiba-tiba ia ditelepon sekretaris pribadi dari Semarang. Menurut dia, ada jenderal yang ingin menemuinya.Karena yang mencarinya berpangkat jenderal, Rasjid menelepon Kapolwiltabes Semarang Kombes Suhartono untuk mengecek. "Saya tanya Kapolwil, apa benar yang mencari saya seorang jenderal. Dia bilang, siap, benar. Saya penasaran," ungkapnya.Selanjutnya, Rasjid bertanya sekali lagi apa benar yang mencari dirinya seorang jenderal. "Siap, benar," jawab Kapolwil saat itu. Rasjid juga meminta Pangdam IV Diponegoro Mayjen Sunarso untuk menemui sang jenderal untuk memastikan. Pangdam sempat berdialog dengan sang jenderal palsu itu. Ketika Pangdam bertanya apa dia kenal dengan mantan Menhankam yang namanya sama dengannya, jenderal palsu itu menjawab,"Saya itu mbahnya KSAD." Semua orang yang di lokasi pun tertawa dan merasa tertipu.Begitu pulang ke Semarang, Rasjid langsung menuju penginapan sang jenderal. Dia kian penasaran, ada apa jenderal mau menemuinya dan tinggal di Wisma Penerbad, mess perwira tingkat satu. Sesampai di lokasi, Rasjid kecewa karena kamar sang jenderal berantakan dan kumuh."Dia pakai sandal jepit. Pakaian jenderalnya digantung. Mana mungkin jenderal seperti itu. Saya lalu tertawa sendiri. Aduh, ditipu nih," kata Rasjid tersenyum malu.Kemudian Rasjid memerintahkan Kapolwil membawa jenderal palsu dan ajudan yang bernama Wahidin (43) ke Mapolwiltabes untuk pemeriksaan. Sementara dia sendiri meninggalkan lokasi dengan perasaan tak tentu.Rajid menjelaskan, yang aneh adalah dari mana jenderal palsu itu mendapatkan pakaian yang lengkap dengan atributnya. "Lulusan 68 saja nggak punya lho. Nggak tahu dari mana ia dapat benda itu. Mungkin beli," kata Rasjid meninggalkan wartawan dengan tawa lepas.
(asy/)











































