Masyarakat Diminta Terlibat Program Desk Antiteror Depdagri

Masyarakat Diminta Terlibat Program Desk Antiteror Depdagri

- detikNews
Jumat, 10 Jun 2005 15:01 WIB
Jakarta - Masyarakat diminta terlibat dalam program yang akan digeber Desk Antiteror Depdagri di daerah-daerah. Tujuannya, mengantisipasi ancaman teror pemboman."Coba kalau Doktor Azahari ternyata menginap di samping rumah kita. Apa yang terjadi? Karena itu masyarakat harus aware kalau ada orang asing," kata Wapres Jusuf Kalla usai salat Jumat di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (10/6/2005).Rencana pembentukan desk antiteror di bawah Depdagri ini disampaikan Mendagri M Ma'ruf pada Rabu (8/5/2005) lalu. Caranya, Dinas Kesatuan Bangsa di setiap provinsi, kabupaten dan kota, akan diberdayakan sebagai unsur penanggulangan teror."Pemerintah akan mengaktifkan kembali kekuatan antara Pemda, Polri, bahkan sampai RT/RW," kata Kalla.Agar program pemerintah berhasil, Kalla mengimbau masyarakat terlibat aktif dalam program pemerintah tersebut. "Contohnya, kalau ada tamu yang menginap 1-2 hari, maka tamu tersebut harus melaporkan kepada RT/RW setempat," urainya.Kalla juga membantah pembentukan badan antiteror di daerah karena ada tekanan dari pemerintah AS. Pembentukan badan itu karena ada bom-bom di Indonesia yang menimbulkan ketakutan besar pada masyarakat."Kita juga realistis. Bahwa satu hal yang menakutkan, satu bom yang dibuat oleh orang-orang yang iseng, itu kan bisa menimbulkan ketakutan dua sampai 10 juta orang Jakarta kan. Dan itu akibatnya sangat keras sekali," alasan Kalla.Pembentukan desk ini banyak menunai kritik. Antara lain, desk ini dianggap meniru Orba. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads