Operasi Hydrocephalus Fase Pertama Bayi Tsunami Sukses

Operasi Hydrocephalus Fase Pertama Bayi Tsunami Sukses

- detikNews
Jumat, 10 Jun 2005 14:54 WIB
Operasi Hydrocephalus Fase Pertama Bayi Tsunami Sukses
Jakarta - Bayi Aceh yang lahir tidak lama setelah tsunami dan mengalami hydrocpehalus sedang dalam penanganan RSCM. Operasi fase pertama bayi malang tersebut berjalan sukses. Operasi kedua akan dilakukan enam pekan mendatang. Demikian siaran pers dari ReachOut Foundation yang diterima detikcom, Jumat (10/6/2005). Operasi dilakukan tim dokter ahli bedah syaraf dan anak Senin (6/8/2005) lalu. Tim dokter berhasil menyedot sejumlah besar cairan dari celah-celah syaraf otak yang menyebabkan terjadinya pembengkakan pada bagian atas kepala bayi yang telah lima bulan menderita hydrocephalus itu. Operasi bedah syaraf terhadap bayi bernama Suci Anggita itu berlangsung enam jam dan ditangani oleh empat orang dokter ahli. Mereka juga menempatkan selang khusus untuk menyalurkan sisa cairan otak guna mencegah pembesaran pada sisa benjolan di kepala bayi tersebut.Setelah operasi fase pertama ini berakhir, bayi tersebut diketahui memiliki berat badan sekitar enam kilogram, atau turun satu kilogram dari kondisi sebelum operasi. Hal ini menunjukkan bahwa cairan yang berhasil disedot oleh tim dokter RSCM itu sekitar satu kilogram beratnya.Suci Anggita kembali sadar enam jam setelah operasi usai dan pada hari Selasa (8/6/2005) petang ia dilaporkan berada dalam kondisi sehat, sambil menunggu operasi fase kedua yang menurut rencana akan dilangsungkan dalam tempo enam minggu.Sebelum operasi berlangsung, benjolan di bagian atas kepala bayi ini membengkak sampai mencapai ukuran sebuah semangka. Tapi, kini sisa benjolan di kepala Suci tinggal sebesar sebuah mangga. Inilah bagian yang akan dioperasi pada fase kedua nanti.Suci Anggita, buah hati dalam keluarga Yusri Ibrahim dan Yustiana, sepasang petani kurang mampu dari dusun Montasik, sekitar 30 kilometer dari Banda Aceh. Ia lahir pada 30 Desember 2004 - tak lama setelah tsunami - dengan membawa sebuah benjolan seukuran sebuah apel di atas kepalanya. Kondisi seperti ini sering dinamakan hydrocephalus. Kondisinya yang memprihatinkan ini menarik perhatian berbagai pihak termasuk perwakilan LSM-LSM lokal dan asing. Mereka menjenguk bayi ini untuk memberikan simpati kepada keluarganya sambil memotret sang bayi, tetapi tidak memberikan pertolongan apa pun. Bahkan ada pula yang berjanji akan membawa Suci ini berobat ke luar negeri. Tetapi, semua janji itu - yang sempat membawa harapan sesaat kepada keluarga ini sampai membuat paspor untuk pergi ke luar negeri - tidaklah menjadi kenyataan sebab tak ada seorang pun yang secara konkret membantu menyelamatkan Suci. Suci Anggita kemudian dibawa ke RS Zainal Abidin dan RS Kesdam di Banda Aceh, tapi kedua rumah sakit tersebut kurang siap untuk menangani kasus semacam ini. Pada tanggal 29 Mei 2005, Suci dibawa ke Jakarta melalui Garuda Airlines. Sebuah ambulans RSCM menjemput Suci setibanya di bandara Jakarta dan langsung membawanya ke ICU Anak dimana ia menjalani sederetan tes analisis syaraf di rumah sakit tersebut keesokan harinya. Tapi kondisi kepalanya yang terlampau besar membuat para dokter kesulitan untuk melakukan tes MRI secara menyeluruh.Di RSCM Suci berada di bawah pengawasan Prof. Dr. Hardiono Pusponegoro, seorang pakar kedokteran anak dan ahli syaraf yang kini menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia. Dokter ahli lain yang membantu dalam hal ini adalah Dr. Lukas.Pada 1 Juni 2005 Suci dipindahkan ke Kamar Khusus Nomor 6 di Bagian anak RSCM dan keesokan harinya ia dibawa ke RS Husada untuk menjalani tes MRI. Hasil tes ini cukup membesarkan hati dan atas dasar inilah para dokter memutuskan untuk melakukan operasi bedah syaraf di RSCM pada 6 Juni lalu. Sambil menanti operasi tahap kedua - sebagaimana halnya sebelum operasi fase pertama dilaksanakan - Yayasan SoeryaDharma bekerjasama dengan ReachOut Foundation, kini berupaya dengan segala cara demi menyelamatkan nyawa sang bayi Aceh ini. Bagi pembaca yang berminat membantu Suci bisa menyalurkannya ke Yayasan SoeryaDharma, dengan nomor rekening: 122-00-9902153-0 di Bank Mandiri, KC Imam Bonjol, Jakarta.Keterangan Foto: Suci Anggita yang malang. (asy/)


Berita Terkait