Penerbitan Obligasi Palyja Dinilai Timbulkan Masalah Pelik
Jumat, 10 Jun 2005 14:45 WIB
Jakarta -
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik penerbitan enam seri obligasi oleh PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja). Menurut YLKI, kebijakan ini tidak tepat dan berindikasi menimbulkan masalah pelik.Penilaian ini disampaikan peneliti YLKI Nur Hidayat dalam jumpa pers di kantor YLKI, Jl. Duren Tiga, Pancoran, Jakarta, Jumat (10/6/2005). Juga hadir dalam jumpa pers Ketua Pengurus Harian YLKI Indah Suksmaningsih.Menurut Hidayat, partisipasi swasta justru menjadi penyebab buruknya kinerja PAM Jaya. Hampir semua indikator kinerja finansial PAM Jaya menunjukkan terjadinya penurunan kinerja yang sangat tajam sejak tahun 1998 atau sejak masuknya swasta, Palyja dan Thames."Namun pada saat yang sama besarnya imbalan kepada pihak swasta terus mengalami peningkatan tanpa peduli makin sekaratnya kondisi finansial PAM Jaya. Pada sisi lain target finansial dan operasional per tahun yang dibebankan pada pihak swasta tidak pernah tercapai," ujar Hidayat. Bahkan, lanjut Hidayat, target investasi di PAM Jaya belum pernah tercapai lebih dari 50 persen. "Kegagalan pencapaian target ini berarti kegagalan meningkatkan coverage ratio melalui peningkatan volume produksi dan penambahan jaringan distribusi."Sebagaimana diberitakan Palyja, perusahaan penyedia air bersih swasta yang beroperasi di wilayah DKI Jakarta, menerbitkan lima seri obligasi sekaligus dengan total nilai Rp 700 miliar. Dana dari emisi obligasi ini digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing), modal kerja, dan investasi.
(gtp/)










































