Tiga Daerah di Surakarta Memulai Masa Kampanye

Tiga Daerah di Surakarta Memulai Masa Kampanye

- detikNews
Jumat, 10 Jun 2005 13:29 WIB
Solo - Tiga daerah di Surakarta yaitu Kota Solo, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Sukoharjo hari Jumat (10/6/2005) ini memulai masa kampanye. Tiga daerah ini akan menggelar Pilkada langsung 27 Juni 2005. Hari pertama kampanye diisi dengan pemaparan visi dan misi seluruh pasangan calon di DPRD.Pemaparan visi dan misi para calon itu dilakukan sesuai aturan yang berlaku mengacu pada PP No 6 tahun 2005 tentang Pilkada langsung. Sesuai PP itu pula, pemaparan itu dilakukan tanpa disertai dengan debat calon.Di Kota Solo pemaparan visi dan misi empat pasangan calon walikota dan wakil walikota dilakukan di Gedung DPRD. Di hadapan seluruh anggota DPRD, Muspida dan tamu undangan lain, keempat pasangan hadir memaparkan program-program kerjanya jika terpilih sebagai walikota dan wakil walikota.Hal serupa juga dilakukan di Sukoharjo. Keempat pasangan calon bupati dan wakil bupati memaparkan program-programnya dalam forum Sidang Paripurna DPRD Sukoharjo. Acara tersebut sempat diwarnai interupsi salah seorang anggota DPRD yang mengusulkan agar anggota DPRD diberi waktu mengajukan pertanyaan kepada masing-masing calon.Interupsi itu langsung ditolak oleh Ketua DPRD Sukoharjo Wardoyo Wijaya yang bertindak sebagai pimpinan sidang. Penolakan Wardoyo itu mengacu pada PP No 6 tahun 2005 yang menyebutkan bahwa pada hari pertama setiap pasangan calon menyampaikan visi dan misinya di hadapan DPRD, tanpa disertai sesi tanya jawab antara anggota DPRD dengan masing-masing calon.Sedangkan di Boyolali pemaparan visi dan misi kelima pasangan calon bupati dan wakil bupati diwarnai aksi seruan moral. Aksi itu diadakan oleh puluhan anggota Lembaga Bakti Kemanusiaan Umat Beragama (LBKUB) Boyolali. Pukul 08.30 WIB peserta berangkat dari kantor mereka di Jalan Kenangan menuju Gedung DPRD Boyolali.Sepajang jalan mereka membagi-bagikan selebaran berisi seruan moral agar seluruh elemen yang terlibat dalam pilkada, baik calon maupun pemilih, menghindari praktek suap. "Suap ini bisa diartikan politik uang, bisa juga diartikan sebagai singkatan dari semen, uang, aspal dan provokasi," kata Muslich, salah seorang peserta aksi.Sesampai di gedung DPRD mereka juga membagi-bagikan seruan moral itu kepada semua pasangan calon, anggota DPRD, serta seluruh tamu undangan yang hendak memasuki ruang paripurna untuk mengikuti acara. (asy/)


Berita Terkait