Berselisih Tapal Batas, Petugas Pilkada Diintimidasi
Jumat, 10 Jun 2005 11:53 WIB
Pekanbaru - Tapal batas antarkabupaten menjadi batu sandungan pilkada di Kabupaten Indagiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, 300 km dari Pekanbaru. Masyarakat Inhu yang tinggal di perbatasan dengan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), diintimidasi agar tidak ikut Pilkada Inhu yang digelar Sabtu besok.Yang jadi sasaran intimidasi misalnya sejumlah Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang bertugas di TPS-TPS Desa Danaurambe, Kecamatan Batanggangsal, Kabupaten Inhu. Mereka diteror oleh oknum dari Desa Singgalang yang masuk Kabupaten Inhil.Peneror dari Desa Singgalang berargumen, Desa Danaurambe bukan wilayah Inhu tapi Inhil. Jadi, Desa Danausumber tidak sepantasnya menggelar pilkada pada Sabtu besok seperti kawasan lain di Inhu.Anggota KPUD Inhu, Effendy, menyayangkan adanya teror itu. Menurutnya, teror itu tidak perlu terjadi bila peneror menengok proses Pemilu Legislatif dan Pilpres 2004 lalu. Kala itu, Desa Danaurambe tercatat sebagai kawasan Inhu."Sampai saat ini pemerintah Kabupaten Inhu juga masih mengakui desa tersebut bagian dari wilayah mereka," kata Effendy pada detikcom lewat telepon, Jumat (10/6/2005).Di Desa Danaurambe, sedikitnya tercatat 1.843 pemilih. "Karena itu saya berharap aparat keamanan bisa mengawasi ekstraketat wilayah perbatasan," pinta Effendy.Saat ini, keseluruhan calon pemilih di Kabupaten Inhu ada 187.483 yang tersebar di 14 kecamatan dengan 734 TPS. Seluruh logistik pilkada sudah sampai ke desa-desa."Hanya saja yang perlu diawasi adalah penggelembungan suara dari tingkat desa menuju kecamatan. Di sinilah perlu pengawasan ekstraketat agar tidak terjadi sengketa antarcalon pemilih," papar Effendy.GolkarSaat ini di Inhu tengah menikmati masa tenang, sebelum coblosan Sabtu besok. Tapi di tengah masyarakat tersebar maklumat berbentuk fotokopian yang isinya meminta massa Golkar mencoblos calon nomor 1 yaitu M Rizal Pakis.Surat maklumat sudah beredar sejak Rabu (9/6/2005). Maklumat itu ada dua lembar. Lembar pertama berkop Partai Golkar dan diteken Soegiyanto, kandidat yang tidak lolos verifikasi KPUD Inhu. Sedangkan lembar kedua atas nama DPD Partai Golkar yang diteken Marpoli dan Syamsu Rizal.Effendy menyatakan, surat semacam dukungan ini sudah tidak boleh lagi beredar 3 hari sebelum hari pemilihan yang akan dilakukan Sabtu besok. "Mestinya pihak Panwas bisa lebih aktif untuk menelusuri siapa sebenarnya yang melakukan pengederan maklumat itu," katanya.Dia menyayangkan di hari tenang ini masih ada sekelompok orang-orang yang ingin membuat spekulasi politik menjelang coblosan.
(nrl/)











































