Wawancara dengan Penemu Planet HD 11977 B
Jumat, 10 Jun 2005 11:50 WIB
Jakarta - Nama Johny Setiawan memang belum tenar di Indonesia. Tapi, WNI itu malah terkenal di Jerman. Dia dikenal sebagai peneliti astronomi yang berhasil menemukan planet ekstra solar yang diberi nama HD 11977 B. Orangnya masih muda, kelahiran 16 Agustus 1974. Tapi, pendidikan hingga S3 sudah dilewatinya di Jerman. Hasil temuan dirinya bersama tim dari Max Planck Institut fur Astronomie, Heidelberg, Jerman ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional. Kepada detikcom, Kamis (10/6/2005), Setiawan sangat berterima kasih karena ada media yang berminat dengan penemuan hasil kerjanya. "Tentu saja, saya senang dan berterima kasih sekali bahwa detikcom yang merupakan media asal Indonesia tertarik dengan hal ini. Terutama, selama ini saya belum pernah mendapat kesempatan di media massa Indonesia," kata Setiawan.Bagaimana liku-liku Setiawan bersama tim yang dipimpinnya itu menemukan planet ekstra solar tersebut? Berikut petikan wawancara dengan Setiawan: Tepatnya kapan Anda menemukan planet itu? Sekedar informasi, ini adalah planet ketiga yang saya temukan. Tahun 2003 saya sudah menemukan dua planet, salah satunya diberitakan di press release milik European Southern Observatory http://www.eso.org/outreach/press-rel/pr-2003/pr-03-03.html, di National Geographics Germany dan beberapa majalah/jurnal internasional.Semenjak saya pindah ke Max-Planck-Institute for Astronomy di Heidelberg, saya sebenarnya sudah memprediksi keberadaan planet HD 11977 B tersebut di Sains-popular Indonesia, http://dhani.singcat.com/refleksi/2004_05_01_archive.php, artikel tanggal 15 May 2004 oleh Mas Graifhan Ramadhani, dan Simposium Fisika Nasional XX di Pekanbaru Riau. Tapi, tampaknya dari pihak Indonesia belum ada yang tertarik.Tapi, saya teruskan pengamatannya, sampai akhirnya hasilnya meyakinkan dan layak untuk dipublikasikan di internasional. Hasil ini diterima sebagai publikasi ilmiah tertanggal 25 Mei 2005 oleh jurnal internasional "Astronomy and Astrophysics". Dari tim tersebut, siapa saja peneliti dari WNI, selain Anda? Saya sendiri. Sepengetahuan saya, saya adalah satu-satunya WNI di tingkat internasional yang bekerja di bidang planet ekstrasolar. Mungkin ada yang lain di tingkat nasional, tetapi saya belum tahu.Hal-hal menarik apa sebagai akibat dari penemuan planet ini? Sekarang para ilmuwan khususnya para astronom beranjak untuk tidak hanya mencari sistem tata-surya dengan bintang induk yang serupa dengan Matahari, tetapi juga tata-surya dengan bintang induk yang berbeda. Hal ini juga dapat melengkapi "sejarah kehidupan" tata-tata surya lain, antara lain kita dapat mendapatkan gambaran, dari kapan dan sampai kapan tata-surya beserta planet-planetnya dapat hidup.Bagaimana liku-liku Anda dan tim menemukan planet tersebut? Pada Mei 2004 : saya memprediksi adanya benda pengedar bintang HD 11977Pada November 2004: Kami menganalisa bahwa benda pengedar tersebut adalah planet. Akhirnya, sesuai ketentuan International Astronomical Union, planet itu dinamakan HD 11977 B Pada Februari 2005 : hasil penemuan itu disampaikan ke journal international "Astronomy & Astrophysics"Pada Mei 2005 : hasil itu diterima sebagai publikasi ilmiah di jurnal internasional tersebut.
(asy/)











































