Anies: Pencegahan Difteri di Jakarta Terus Dimasifkan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 27 Des 2017 08:07 WIB
Foto: Anies Baswedan (Marlinda-detikcom)
Foto: Anies Baswedan (Marlinda-detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan akan terus memasifkan pencegahan wabah penyakit difteri di Jakarta. Sebab, ia tak ingin wabah penyakit difteri terus meluas di Jakarta

"Jadi difteri kita akan lebih masif lagi. Karena satu jumlahnya meningkat. Yang kedua muncul juga di tempat-tempat yang sebelumnya tidak terjadi. Bahkan di usia-usia yang relatif di luar usia anak-anak. Karena sudah dewasa," kata Anies, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/12/2017).

Anies menegaskan pihaknya akan proaktif dalam melakukan pencegahan penyakit difteri. Pemerintah, kata Anies, akan terus memasifkan vaksinasi difteri, sementara masyarakat diminta untuk responsif terhadap adanya penyebaran difteri di lingkungannya.

"Kepada semua warga bila menyaksikan ada kerabat ada tetangga yang nampak seperti gejala flu jangan dibiarkan. Segera periksa ke dokter, segera datang ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Supaya bisa diperiksa dan diamankan," ujarnya.




Anies mengatakan akan terus berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Koesmedi Priharto terkait difteri. Ia juga akan terus mengecek perkembangan terbaru dari penyakit yang saat ini masih terus mewabah di Jakarta dan sekitarnya itu.

"Nanti saya cek perkembangan terbaru dan upaya untuk melakukan vaksinasi kita jalankan terus," ujarnya.

Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Corynebacterium Diphteriae. Pada manusia bakteri ini umumnya menyerang saluran napas atas menyebabkan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, dan yang khas munculnya selaput putih di sekitar amandel.

Difteri mematikan karena selaput putih yang disebut pseudomembrane dapat terus tumbuh tebal hingga seseorang kesulitan atau bahkan tidak bisa bernapas. Selain itu bakteri juga memproduksi toksin yang dapat merusak jantung, ginjal, dan saraf memicu komplikasi.


(rvk/rvk)