DetikNews
Selasa 26 Desember 2017, 10:50 WIB

Ziarah Kuburan Massal Tsunami, Warga Aceh Tak Kuasa Bendung Air Mata

Agus Setyadi - detikNews
Ziarah Kuburan Massal Tsunami, Warga Aceh Tak Kuasa Bendung Air Mata Foto: Agus Setyadi/detikcom
Banda Aceh - Memperingati 13 tahun bencana tsunami yang memporak-porandakan Aceh, warga berziarah ke kuburan massal. Saat berdoa, sejumlah warga tak kuasa membendung air mata.

Pantauan detikcom di kuburan massal Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, warga sudah mulai memadati area kuburan sejak pagi, Selasa (26/12/2017). Setelah menabur bunga, para peziarah memanjatkan doa untuk anggota keluarganya.




Sebagian peziarah terlihat tak kuasa menahan tangis. Mereka masih mengingat musibah pagi pada Minggu, 26 Desember 2004, yang merenggut anggota keluarga. Para peziarah pun larut dalam doa.

Di kuburan massal Ulee Lheue, juga digelar doa bersama dan tausiah. Hadir pula Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan Wakil Wali Kota Zainal Arifin serta sejumlah pejabat. Rombongan Wali Kota juga menyempatkan diri menabur bunga di lokasi.

Seorang peziarah asal Banda Aceh, Rohani, mengatakan yakin orang tuanya yang menjadi korban tsunami dikuburkan di kuburan massal Ulee Lheue. Pasalnya, saat bencana dahsyat itu terjadi, orang tuanya tinggal di kawasan Blang Oi, tak jauh dari Ulee Lheue.

Selain berziarah ke kuburan massal di Ulee Lheue, Rohani kerap mengunjungi kuburan massal di Banda Aceh ataupun Aceh Besar. Namun dia tetap yakin orang tuanya dikebumikan di Ulee Lheue.

"Alhamdulillah saya yakin orang tua saya di sini. Terasa terus kontak batin," kata Rohani seusai ziarah.


Meski musibah tsunami sudah 13 tahun berlalu, dia masih teringat pada bencana yang merenggut nyawa orang tuanya. Saat itu, Rohani tinggal di kawasan Lampriet bersama suaminya.

"Sampai sekarang teringat terus sama orang tua," jelas Rohani.

Sementara itu, seorang peziarah lainnya, Nasyidah, mengatakan dirinya berziarah ke kuburan massal Ulee Lheue karena yakin anggota keluarganya yang menjadi korban tsunami dikebumikan di sana.

"Waktu tsunami, abang saya tinggal di Blang Oi. Dan setelah tsunami, ada kawan saya mimpi ketemu kakak saya. Dalam mimpi itu, kakak saya bilang pulangnya ke Ulee Lheue, makanya hari ini ziarah kemari," jelas Nasyidah.



(tor/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed