Pemerintah Akan Evaluasi Operasi Keamanan di Poso
Kamis, 09 Jun 2005 20:35 WIB
Jakarta - Meledaknya bom di Pasar Tentena, Poso, Sulawesi Tengah, membuat pemerintah gerah. Sebab sudah banyak operasi keamanan dan intelijen yang digelar. Untuk itu, pemerintah berjanji mengevaluasi semua operasi keamanan termasuk operasi Sintuwu Maroso dan operasi intelijen."Pos keamanan memang sudah banyak di Poso tapi kekerasan tetap terjadi," ujar Deputi IV bidang Koordinasi Keamanan Nasional Kementrian Polhukam, Irjen Pol (purn) Demak Lubis, kepada wartawan usai audiensi dengan 11 delegasi sejumlah LSM di Kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2005).Delegasi yang hadir antara lain berasal dari PBHI, Kontras, LBH Jakarta, LBH APIK, Kalyanamitra dan Center Crisis Poso-Tentena. Dalam pertemuan itu semua deputi di jajaran Kementerian Polhukam juga hadir."Operasi Sintuwu yang sedang berlangsung sudah ke enam kalinya digelar di sana. Mudah-mudahan saat masuk ke operasi ke tujuh, masukan dari LSM bisa dijadikan bahan" tukas Demak.Syamsul Alam Agus, delegasi LPS-HAM Sulteng, mengungkapkan kedatangan 11 delegasi ini guna menyampaikan masalah keamanan di Poso yang semakin tidak menentu. Menurutnya, banyak operasi yang digelar dalam tahun 2003. Namun, berbagai kasus masih bermunculan seperti pembunuhan misterius, pemboman, dan penembakan. "Kami minta ada koordinasi tegas mengenai pola pengamanan termasuk mengenai pengungsi, rehabilitasi dan penanganan dana kemanusiaan yang diselewengkan," kata Syamsul.
(ton/)











































