Jenderal Palsu itu Pensiunan Polisi, Pikun, dan 'Elit'

Jenderal Palsu itu Pensiunan Polisi, Pikun, dan 'Elit'

- detikNews
Kamis, 09 Jun 2005 18:10 WIB
Jakarta - Penangkapan Poeniman Soedharmo (84) terkait kasus penipuan memang sungguh menarik. Dia mengaku pensiunan jenderal. Tapi, sejatinya dia adalah pensiunan polisi berpangkat brigadir yang kini sudah pikun. Dia juga termasuk kalangan 'elit'= ekonomi sulit. Poeniman ditangkap aparat Polwiltabes Semarang, Rabu (8/6/2005) kemarin, gara-gara mengaku sebagai pensiunan jenderal. Saat ditangkap, dia ingin menemui Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Chairul Rasjid untuk melobi agar seseorang diterima di Akademi Kepolisian. Dari KTP yang dimiliki, Poeniman beralamatkan di Jl. Cempaka IV RT 6 RW 11, Pasanggrahan, Bintaro, Jakarta Selatan. Benarkah alamat di KTP-nya itu? detikcom tertarik untuk menelusurinya, karena pengakuan-pengakuan Poeniman memang cukup aneh. Saat detikcom mendatangi alamat itu, Kamis (9/6/2005), ternyata orang lain yang menghuni rumah sederhana itu. Rumah itu terletak di sebuah gang dengan lebar hanya cukup satu mobil. Memang, dulu itu rumah Poeniman. Namun, sekitar tahun 2001, Poeniman menjual rumahnya itu dan tinggal di Pamulang. Poeniman tinggal di rumah yang sudah dijualnya itu sejak tahun 1970-an. "Oh ya, dulu dia memang di sini. Tapi, rumahnya sekarang sudah dijual. Sejak saya ke sini tahun 1980-an, Pak Poeniman sudah tinggal di sini," kata Komar, salah seorang warga yang rumahnya di bekas rumah Poeniman itu. Komar tampak kaget saat diberitahu bahwa Poeniman ditangkap polisi gara-gara mengaku sebagai jenderal. "Wah masak iya. Dia itu sudah tua sekali lho. Masak polisi tega menangkapnya," kata Komar. Komar mengenal banyak sosok Poeniman. Di mata Komar, Poeniman itu sudah agak pikun. "Dulu, dia pernah mencari dompetnya ke mana-mana. Eh... ternyata dompetnya ada di rumahnya," kisah Komar. Poeniman juga dikenal cukup baik dan rajin mengikuti kegiatan RT dan RW. Tapi, memang, Poeniman sering membanggakan mengenal para jenderal. Poeniman sering memperlihatkan kepada warga foto-foto yang dikoleksinya. Ada foto Poeniman di makam Bung Karno di Blitar, foto bersama Presiden Soeharto, dan foto bersama para jenderal. Tapi, sehari-hari, kata Komar, Poeniman dikenal sebagai pensiunan polisi. "Dia mengaku terakhir berpangkat brigadir," kata Komar. Poeniman pensiun dari polisi pada tahun 1983. Poeniman sering mengenakan baju safari setiap harinya. Dia selalu tampil parlente. Namun, sebenarnya, kata Komar, ekonomi Poeniman cukup memprihatinkan. Dia termasuk barisan 'elit'=ekonomi sulit. Selepas pensiun dari polisi, Poeniman hanya ikut-ikut orang ngobyek jual tanah dan jual rumah. Karena ekonomi sulit itulah, akhirnya Poeniman menjual rumah yang dihuninya selama bertahun-tahun itu. "Dia sekarang tinggal di Pamulang," kata Komar. Poeniman tidak pernah berulah kriminal selama tinggal di kampung tersebut. Yang pernah berbuat onar adalah anaknya yang bernama Untung. "Kalau Pak Poeniman cukup bersih di sini. Cuma anaknya dulu pernah dipenjara di Bekasi. Anaknya juga pernah membawa kabur motor orang," aku Komar. Sementara Ny Abdul Razak, Ibu RW 11, juga memberikan pengakuan yang sama mengenai sosok Poeniman. Setahu dia, Poeniman memang pensiunan polisi. Poeniman juga sering mengaku mengenal jenderal-jenderal. "Saat awal-awal pensiun, dia ngaku-ngaku mengenal banyak jenderal," kata Ny Abdul saat ditemui detikcom. (asy/)


Berita Terkait