Polisi Akui Curigai Abu Jibril
Kamis, 09 Jun 2005 16:50 WIB
Jakarta - Polisi akhirnya mengakui mencurigai Abu Jibril. Karena rasa curiga itu polisi mengobok-obok rumah bapak 11 anak itu. Polisi juga menyita banyak barang milik pria yang dikenal sebagai Ustad Iqbal itu.Penegasan itu disampaikan oleh Kabid Penum Mabes Polri Kombes Zainuri Lubis dalam jumpa pers di kantornya, Jl Trunojoyo 3, Jakarta Selatan, Kamis (9/6/2005)."Kalau misalkan tidak dicurigai, ya kita tidak periksa dong," kata Zainuri menjawab pertanyaan wartawan apakah polisi mencurigai Abu Jibril dalam kasus bom di halaman rumahnya itu.Begitu bom meledak pukul 04.30 WIB, Rabu (8/6/2005), Abu Jibril langsung diamankan di Polsek Pamulang. Lalu dia dioper ke Polres Jaksel. Di sini dia diperiksa berjam-jam. Polisi juga menggeledah rumahnya. Polisi menyita laptop, ratusan VCD dan kaset handycam milik pria kelahiran 17 Agustus 1957 itu. Hingga kini barang-barang itu belum dikembalikan polisi.Barang-barang itu oleh polisi tak sekadar diamankan, tapi sekaligus diutak-atik untuk diselidiki. "Namanya juga usaha, kali aja dari beberapa barang yang kita sita tersebut terdapat gambar atau bukti-bukti dengan kasus-kasus (bom) sebelum ini," ungkap Zainuri.Jadi bom Pamulang merupakan grand design polisi untuk melegitimasi aparat memeriksa dokumen-dokumen atau pun memeriksa Abu Jibril? Zainuri enggan berkomentar."Silakan tanya pada pejabat yang lain saja terhadap pernyataan itu," elaknya.Abu Jibril, keluarganya dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) para Rabu kemarin meyakini bom aneh itu hanyalah rekayasa belaka. Sekarang Abu Jibril jadi saksi korban, tapi nanti jadi tersangka, begitu prediksi mereka.
(nrl/)











































