Bila tidak dibersihkan, sampah akan mengganggu arus lalu lintas pelayaran dari dan ke Dermaga 1 maupun 2. Berbagai macam sampah, mulai botol plastik, kayu, sampai kain, terlihat mengapung di laut Dermaga 1.
Petugas kebersihan dan SAR Pelabuhan Merak berjibaku membersihkan sampah agar tak mengganggu aktivitas kapal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Radmiadi mengatakan, per hari sampah tersebut bisa mencapai 3 ton. Pada pekan lalu, dia bersama petugas kebersihan mengangkut 3 ton sampah dari laut ke darat. Pembersihan dilakukan berturut-turut selama empat hari.
"Biasanya sampah muncul ketika hujan. Jadi Kali Medagksa meluap membawa sampah dari warga, kebawa ke laut. Semenjak musim hujan saja sudah kita melakukan. Kalau kemarin termasuk cukup banyak," kata dia.
Sampah di dermaga Pelabuhan Merak, Sabtu (23/12/2017). (Muhammad Iqbal/detikcom) |
Pernah beberapa waktu lalu, sampah tersebut berdampak pada macetnya baling-baling kapal sehingga tidak bisa berbelok ke kanan maupun ke kiri.
"Beberapa bulan yang lalu pernah ada salah satu kemudi kapal tidak bisa membelok ke kanan dan ke kiri," tuturnya.
Karena letak pelabuhan berdekatan dengan permukiman warga, Radmiadi mengimbau pihak kelurahan maupun pemerintah daerah memperhatikan kondisi sampah di lingkungan Pulomerak, khususnya di Kali Medaksa.
"Mari kita sama-sama tidak membuang sampah sembarangan. Pemerintah daerah maupun kelurahan juga, ayolah, jangan biarkan sampah mencemari laut," kata Radmiadi. (fdn/fdn)












































Sampah di dermaga Pelabuhan Merak, Sabtu (23/12/2017). (Muhammad Iqbal/detikcom)